Saham Boy Thohir Dipantau, ADMR Naik Ribuan Persen Sejak IPO

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 January 2022 17:10
Pencatatan Saham PT. Adaro Minerals Indoenesia Tbk (ADMR) dok. Adaro Minerals

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan terkait saham emiten pertambangan batu bara metalurgi, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang masuk dalam daftar pemantauan khusus.

Saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR) masuk dalam pemantauan khusus sejak 28 Januari 2022 bersama dengan 21 emiten lainnya di BEI. Pemantauan khusus itu lantaran ADMR masuk kriteria nomor 10, yakni penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan;

"Saham ADMR masuk dalam kriteria dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan," ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kristian Manullang, kepada awak media, Senin (31/1/2022).


Seperti diketahui, sejak 28 Januari, BEI telah mencabut suspensi saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR) di pasar reguler dan pasar tunai setelah sebelumnya, saham perusahaan yang terafiliasi dengan perusahaan tambang Grup Adaro ini digembok sementara perdagangan sahamnya pada Selasa (25/1/2022) lantaran terjadi kenaikan yang signifikan dalam waktu singkat.

Terpantau, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (31/1/2022), harga saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR) sudah meroket 9,96% ke level Rp 1.270 per saham setelah ditransaksikan sebanyak 17.904 kali dengan volume 97,66 juta saham.

Perusahaan mencatatkan saham perdana di BEI pada 3 Januari 2022 dengan melepas sebanyak 6,60 miliar saham kepada publik dengan harga penawaran umum Rp 100 per saham.

Dengan demikian, sejak IPO, harga saham sudah naik sebesar 1.170 persen ke level Rp 1.270 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 51,72 triliun.

Dari sisi pemegang saham, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 68,55%. PT Adaro Mining Technologies tercatat memiliki 8,83%, PT Alam Tri Abadi 6,46% dan sisanya dimiliki investor publik 16,16%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa 'Gembok' Lagi Saham BKDP dan Emiten Boy Tohir


(sys/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading