Garap 'Harta Karun' Lapindo, Siapa Minarak Brantas Gas?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 January 2022 10:20
Kampung Tenggelam Lumpur Lapindo (Budi Sugiharto/detikcom/File Foto 2015)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana semburan lumpur panas yang terjadi di lokasi pengeboran Lapindo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 16 tahun lalu belakangan diketahui memiliki kandungan mineral logam tanah jarang atau rare earth element di dalamnya. Hal ini masih terus dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan mineral tersebut.

Minarak Group saat ini tengah melakukan kajian internal dengan menyiapkan tim ahli untuk menelusuri terkait adanya indikasi logam tanah jarang. Perusahaan tersebut merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) pengelola wilayah kerja migas (WK Migas) Brantas.

"Di mana kami juga melibatkan beberapa tim ahli. Jika sudah ada hasil yang pasti, akan kami beritahukan. Kami sangat berharap apa pun itu semoga suatu hal yang dapat bermanfaat bagi kita semua," kata Ananda Arthaneli, Sekretaris Perusahaan Minarak Group kepada CNBC Indonesia, Senin (24/1/2022).


Untuk diketahui, Minarak Brantas Gas Inc. adalah perusahaan yang dahulu bernama Lapindo Brantas Inc.

"Perusahaan, melalui satu atau lebih perantara, adalah entitas sepengendali dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Minarak Brantas Gas Inc (MBG) (dahulu Lapindo Brantas, Inc.) dan Energi Timur Jauh Limited (ETJL)," tulis laporan keuangan Energi Mega Persada per kuartal III-2021.

Artinya Minarak merupakan bagian dari Grup Bakrie sebagaimana dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang juga dikendalikan oleh grup tersebut.

Mengacu pada profil perusahaan, perusahaan ini berkantor di Gedung Wisma Bakrie 2 Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Perusahaan ini memiliki modal disetor senilai Rp 430 miliar. Pemegang saham mayoritasnya adalah Minarak Labuan Co. Ltd dengan kepemilikan 427.450 lembar saham dan PT Minarak Artha Raya sebanyak 2.550 lembar saham.

Jajaran direksi dan komisaris perusahaan ini termasuk Adika Nuraga Bakrie alias Aga Bakrie yang saat ini juga merupakan Presiden Direktur BUMI.

Berikut jajaran lengkap manajemen perusahaan.

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Gesang Budiarso
Komisaris : Imam Pria Agustino

Direksi

Direktur Utama : Bambang Irawan Hendriadi
Wakil Direktur Utama : MQ Gunadi
Direktur : Adika Nuraga Bakrie
Direktur : Adi Pratama

Mengacu pada laporan keuangan terakhir ENRG, diketahui bahwa Minarak memiliki utang US$ 74,63 juta atau setara dengan Rp 1,07 triliun kepada ENRG. Pinjaman tersebut diberikan oleh kelompok usaha tanpa bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian tetap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Daftar Keluarga Bakrie yang Tengah Diincar Sri Mulyani!


(mon/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading