Bakrie Masih Nunggak Utang Lapindo, Pemerintah Tagih Terus!

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
08 April 2022 18:10
Lumpur lapindo, Sidoarjo (Budi Sugiharto/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban terus menagih utang yang dimiliki oleh perusahaan Aburizal Bakrie. 

Perusahaan Bakrie yakni PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya belum juga melunasi pembayaran utang kepada pemerintah. Padahal, utang tersebut sudah jatuh tempo pada 10 Juli 2019 lalu.


Rionald memberi sinyal bahwa tak ada tawar menawar terkait utang ini. Ia ingin Lapindo tetap membayar utang kepada pemerintah sesuai dengan perjanjian.

"Lapindo kita kasih ke kejaksaan agung posisi yang terakhir. Intinya kita minta supaya melakukan penagihan," ujarnya dalam media briefing, Jumat (8/4/2022).

Diketahui, utang Lapindo kepada pemerintah sebesar Rp 773,8 miliar dengan bunga 4%. Utang tersebut berasal dari dana talangan yang diberikan pemerintah untuk ganti rugi bencana alam Lumpur Lapindo kepada masyarakat sekitar pada 2007 silam.

Berjalannya waktu, pembayaran yang seharusnya dilakukan setiap tahunnya baru dilakukan sekali yakni pada akhir tahun 2018 lalu sebesar Rp 5 miliar. Sejak saat itu, tidak ada lagi pembayaran yang dilakukan Lapindo meski terus ditagih oleh pemerintah.

Adapun total nilai utang Lapindo hingga 31 Desember 2020 menjadi Rp 2,23 triliun. Ini terdiri dari bunga Rp 201 miliar dan juga denda yang tak dirinci nilainya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Perusahaan Bakrie di Ladang 'Harta Karun' Lapindo


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading