
Duh! Bitcoin Jadi Alat Cuci Uang Kriminalitas di Brazil

Polisi mengatakan dos Santos mulai berdagang Bitcoin setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai pelayan pada tahun 2014. Dia juga sebelumnya merupakan penganut evangelis dari Universal Church of the Kingdom of God di Brazil.
Jéfferson Colombo, seorang peneliti keuangan kripto di Yayasan Getulio Vargas Sao Paulo, mengatakan kelompok-kelompok agama sering menjadi sasaran para perencana piramida.
"Melalui kontak Anda meningkatkan dasar piramida," kata Colombo, dilansir dari AP News.
Dalam sebuah pernyataan, Universal Church mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang dan menuduh dos Santos "melecehkan dan merekrut" para pendeta dan kawanan mereka untuk bergabung dengan perusahaannya.
Pada tahun 2017, dos Santos mulai menghasilkan banyak uang dan menarik perhatian banyak pihak. Di tahun 2017 juga, transaksi perusahaannya mencapai hampir 10 juta reais (US$ 1,8 juta), 15 kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya karena uang masuk dan keluar dari rekening banknya dari seluruh Brazil, menurut laporan polisi federal.
Unit intelijen keuangan negara itu juga memperhatikan bahwa perusahaan tersebut sebelumnya terdaftar sebagai restoran, dan lambat laun secara bertahap memperdagangkan cryptocurrency di platform pertukaran online.
Menurut jaksa setempat, skema yang dituduhkan dos Santos akan menginstruksikan klien untuk menyetor dana mereka dalam bentuk tunai untuk menghindari pengawasan lebih lanjut, di mana dana tunai mereka dikirim ke dalam rekening bank yang dijalankan oleh mitra pengelola.
Dana itu kemudian akan ditransfer ke dos Santos atau istrinya, Mirelis Yoseline Diaz Zerpa, yang akan mengantonginya, menggunakannya untuk membeli bitcoin, dan cryptocurrency lainnya, serta beberapa aset keuangan konvensional lainnya.
Klien dijanjikan akan mendapatkan pengembalian bulanan sebesar 10% atas investasi mereka selama periode kontrak 12 hingga 48 bulan. Dan mereka yakin bahwa investasi ini bebas risiko, di mana mereka akan mendapatkan kembali seluruh investasi awal mereka di akhir kontrak.
Saat demam Bitcoin meningkat, dos Santos dengan cepat menjadi selebritas di Cabo Frio.
"Jika dia ingin mencalonkan diri sebagai walikota, bahkan gubernur, dia akan menang," kata Gilson Silva do Carmo, pria berusia 52 yang juga menjadi salah satu korban dos Santos.
Pada saat yang sama, regulator sekuritas Brasil membuat mata uang digital lebih menarik, di mana regulator memberi wewenang kepada perusahaan dana investasi untuk berinvestasi dalam cryptocurrency pada 2018 dan memberi mereka kredibilitas yang lebih besar.
Pada tahun lalu, Brazil telah menyetujui exchange-traded fund (ETF) di bursa Bitcoin, di mana Brazil menjadi negara kedua di dunia yang melakukannya. Bahkan, pemerintah kota Rio de Janeiro baru-baru ini mengatakan ingin menawarkan insentif kepada mereka yang membayar pajak properti kota menggunakan Bitcoin.
Sementara itu, perdagangan reais Brasil di bursa cryptocurrency terbesar di dunia, yakni Binance melonjak menjadi hampir US$ 8,5 miliar pada kuartal keempat tahun 2021, dari hanya sebesar US$ 152 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut penyedia data pasar Kaiko.
(chd/chd)