Sempat Terseok-seok, Harga Minyak Mentah Masih Juara!

Market - Putra, CNBC Indonesia
23 January 2022 11:15
ilustrasi kelapa sawit

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak minyak mentah global melemah di akhir perdagangan pekan ini. Namun dalam seminggu terakhir harga minyak masih tercatat mengalami apresiasi.

Harga kontrak futures Brent terkoreksi 0,6% ke level US$ 87,89/barel. Sementara untuk kontrak minyak acuan AS yakni West Texas Intermediate (WTI) turun 0,5% ke level US$ 85,14/barel.

Namun dalam sepekan harga minyak masih menguat lebih dari 1,5%. Untuk kontrak WTI bahkan berada di level tertingginya sejak Oktober 2014.


Pelemahan harga minyak di akhir pekan disebabkan karena rilis data stok AS yang meningkat. Biro energi AS (EIA) melaporkan stok minyak dan bensin mengalami kenaikan ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir, jauh di atas ekspektasi pelaku pasar.

Stephen Brennock analis dari PVM mengatakan penurunan harga minyak disebabkan karena profit taking setelah harga minyak menguat dan kurangnya katalis positif yang membuat harga minyak tetap sustain naik.

Hanya saja pelemahan harga minyak diperkirakan hanya terjadi secara temporer. Faktor pemicunya masih terkait dengan gap antara suplai dan permintaan yang masih lebar.

Organisasi negara produsen dan eksportir minyak mentah plus kolega (OPEC+) masih kesulitan untuk konsisten dalam menaikkan produksi sebesar 400 ribu barel per hari (bph).

Kemudian di AS produksi nampaknya juga belum akan pulih karena para produsen mengurangi jumlah rig yang digunakan dalam pengeboran.

"Harga minyak mentah sulit mencapai US$ 100, tetapi faktor pasokan masih menjadi katalis positif yang dapat mendorong harga ke level tersebut pada musim panas ini" kata Edward Moya analis OANDA sebagaimana diwartakan Reuters.

Penyebaran varian Omicron juga semakin membuat dinamika supply dan demand menjadi semakin kompleks.

Dengan perkembangan ini banyak lembaga atau institusi riset yang merevisi ke atas harga minyak untuk tahun ini.

Analis dari Bank of America memperkirakan harga minyak mentah Brent bisa berada di level US$ 120/barel pada pertengahan tahun ini.

Dalam waktu dekat UBS meramal harga minyak mentah dapat diperdagangkan di rentang US$ 80 - US$ 90 per barel.

Terakhir ada Morgan Stanley yang punya prediksi harga minyak mentah bisa ke US$ 100 pada kuartal ketiga tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Ambruk, Ramalan Tembus US$ 100/Barel Batal?


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading