OJK Pamer Restrukturisasi Kredit 2021 Menurun

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
20 January 2022 16:37
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso Saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia (Tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan kondisi perbankan nasional mulai kembali membaik. Penilaian ini mengacu pada restrukturisasi kredit yang mengalami penurunan pada 2021, meski masih dalam masa pandemi. 

Medio 2020 menjadi awal pandemi Covid-19. Perekonomian mengalami kontraksi hingga turut mempengaruhi performa kualitas kredit perbankan.

Imbasnya, bank terpaksa melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 830,5 triliun pada 2020. "Ini merupakan puncak tertinggi," ujar Wimboh dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Kamis (20/1/2022).


Seiring berjalannya waktu, pemerintah mulai bisa beradaptasi untuk penanganan pandemi. Perlahan tapi pasti, kasus positif harian menurun, roda perekonomian kembali berputar.

"Tahun lalu, restrukturisasi kredit turun menjadi Rp 693,6 triliun di tengah pertumbuhan kredit 5,2%. Secara umum, kondisi 2021 sudah lebih bagus," terang Wimboh.

Kualitas kredit juga mulai kembali membaik. Rasio kredit macet atawa non-performing loan (NPL) tahun lalu turun menjadi 3% dari sebelumnya di atas 3%.

Meski mulai membaik, OJK tetap memberikan instruksi khusus untuk industri perbankan agar segera memperkuat pencadangan.

"Kami sudah meminta sektor jasa keuangan bank untuk membentuk pencadangan. Pencadangan terakhir [naik] 14,85% atau Rp 103 triliun. Ini akan kami minta lebih cepat lagi untuk cadangan," jelas Wimboh.

Instruksi itu diberikan untuk mengantisipasi dampak terburuk pandemi Covid-19 meski sejauh ini kondisi perbankan nasional masih dalam level sehat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Bisa Kuasai 99% Saham Bank RI, tapi Ini Syarat dari OJK


(dhf/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading