Diborong Asing Rp 18,77 M, Saham Allo Bank (BBHI) Melesat 10%

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 January 2022 15:32
Harga saham emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (11/1/2022). Kenaikan saham BBHI terjadi seiring pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), yang merupakan ultimate shareholder Allo Bank, membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melesat pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (21/1/2022). Di tengah kenaikan itu, investor asing tercatat beramai-ramai masuk ke saham BBHI.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBHI melejit 10,41% ke Rp 6.100/saham, dengan nilai transaksi Rp 127,56 miliar dan volume perdagangan 21,79 juta saham. Secara year to date (ytd) saham BBHI sudah terkerek naik 51,56%.

Investor asing pun mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 18,77 miliar di pasar reguler. 


Kapitalisasi pasar saham ini pun tercatat sebesar Rp 133,16 triliun.

Sebelumnya, dua entitas besar resmi masuk dalam ekosistem Allo Bank, yakni. PT Indolife Investama Perkasa milik Grup Salim dan emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Hal ini terjadi seiring keduanya juga telah rampung menebus rights issue bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung tersebut.

Berdasarkan daftar pemegang saham Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (19/1/2022), Bukalapak kini memiliki 2,49 miliar saham BBHI. Ini setara dengan kepemilikan 12,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Rights issue BBHI menggunakan harga pelaksanaan Rp 478/saham. Artinya, nilai tebusan Bukalapak untuk menjadi salah satu pemegang saham BBHI sebesar Rp 1,19 triliun.

Indolife juga menggunakan harga pelaksanaan yang sama. Maka, dana yang dikeluarkan Indolife Investama untuk mengeksekusi rights issue adalah sebesar Rp 623,22 miliar. Adapun tanggal transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada 14 Januari 2022.

Pada Senin (17/1), PT Mega Corpora (Megacorp), pengendali Allo Bank, juga telah melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) miliknya sebanyak 2.712.777.018 saham.

Dengan demikian, setelah pelaksanaan HMETD saham Megacorp menjadi sebanyak 13.227.416.629 saham atau sebesar 60,87% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah rights issue.

Seperti diketahui, Allo Bank sedang menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue senilai Rp 4,80 triliun. Rights issue tersebut bakal diserap tujuh investor strategis.

Ketujuh investor besar yang dimaksud adalah CT Corp, Grup Salim, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. Empat nama terakhir adalah pemain besar di sektor teknologi dan ekonomi digital RI alias unicorn.

Ekosistem raksasa yang dimiliki para investor strategis berpotensi akan semakin memperkokoh bisnis bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) di masa mendatang.

Para investor kelas kakap itu sendiri memiliki lini bisnis yang beragam, mulai dari ritel, e-commerce, jasa ride-hailing, sampai produk perjalanan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Valuasi Allo Bank Bakal Makin Murah Pasca Rights Issue


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading