Susul Grup Salim, Bukalapak Resmi Masuk Ekosistem Allo Bank

Market - Dityasa Hanin Forddanta, CNBC Indonesia
19 January 2022 17:15
INFOGRAFIS, Ekosistem Raksasa Pemilik Saham Allo Bank Pasca HMETD

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua entitas besar resmi masuk dalam ekosistem PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Selain PT Indolife Investama Perkasa milik Grup Salim, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) diketahui juga telah rampung menebus rights issue bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung tersebut.

Berdasarkan daftar pemegang saham Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (19/1/2022), Bukalapak kini memiliki 2,49 miliar saham BBHI. Ini setara dengan kepemilikan 12,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Rights issue BBHI menggunakan harga pelaksanaan Rp 478/saham. Artinya, nilai tebusan Bukalapak untuk menjadi salah satu pemegang saham BBHI sebesar Rp 1,19 triliun.


Indolife juga menggunakan harga pelaksanaan yang sama. Maka, dana yang dikeluarkan Indolife Investama untuk mengeksekusi rights issue adalah sebesar Rp 623,22 miliar. Adapun tanggal transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada 14 Januari 2022.

"Tujuan dari transaksi ini adalah terkait pelaksanaan rights issue yang diperoleh dari PT Mega Corpora dalam rangka rights issue," jelas manajemen Indolife dalam keterbukaan informasi, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (19/1).

Sebelumnya, pada Senin (17/1), PT Mega Corpora (Megacorp), pengendali Allo Bank, juga sudah melaksanakan haknya sebanyak 2,71 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 478/saham.

Dengan demikian, setelah pelaksanaan rights issue saham Megacorp menjadi sebanyak 13,23 miliar saham atau sebesar 60,87% dari total saham emiten bank digital tersebut.

Kendati persentase kepemilikan menyusut, Mega Corpora akan tetap menjadi pemegang saham pengendali Allo Bank usai rights issue.

Allo Bank telah menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue senilai Rp 4,80 triliun. Rights issue tersebut bakal diserap tujuh investor strategis.

Ketujuh investor besar yang dimaksud adalah CT Corp, Grup Salim, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. Empat nama terakhir adalah pemain besar di sektor teknologi dan ekonomi digital RI alias unicorn.

Ekosistem raksasa yang dimiliki para investor strategis berpotensi akan semakin memperkokoh bisnis bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) di masa mendatang.

Para investor kelas kakap itu sendiri memiliki lini bisnis yang beragam, mulai dari ritel, e-commerce, jasa ride-hailing, sampai produk perjalanan.

Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan Allo Bank untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka meningkatkan Modal Inti menjadi Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2 sebagaimana dimaksud dalam POJK 12/2021.

Selanjutnya, untuk pengembangan usaha termasuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Rights Issue BBHI Rp 478, Simak Jadwal Pelaksanaannya


(dhf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading