ADMR Meroket 107%, Inilah 10 Saham Top Gainers BEI Pekan ini

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
15 January 2022 12:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini mengalami koreksi tipis. Salah satu faktor pemicunya akibat sinyal negatif dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya.

Melansir dari Refinitiv sepanjang pekan ini, IHSG merosot 0,12% secara point-to-point ke level 6.693,40. Meski sempat ditutup merah di tiga hari awal perdagangan, koreksi mampu dipangkas setelah di dua hari terakhir IHSG mampu finish di zona hijau.

Total nilai transaksi pekan lalu bursa turun 13,08% menjadi Rp 57,65 triliun. Volume perdagangan mencapai 93,80 miliar dan ditransaksikan sebanyak 6,83 juta kali.


Di tengah kondisi IHSG yang kurang optimal pada pekan ini, beberapa saham mampu membukukan kinerja saham yang fantastis dan menjadi top gainers pada pekan ini. Salah satunya di antaranya bahkan mampu tumbuh lebih dari 100%.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), lima saham yang menjadi top gainers pada pekan ini, masing-masing mampu menaikkan lebih dari 46% kapitalisasi pasarnya.

Berikut daftar saham yang menjadi top gainers pada pekan ini.

Deretan saham top gainers pekan iniFoto: BEI
Deretan saham top gainers pekan ini

Di posisi pertama terdapat saham emiten milik Boy Thohir, yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. Emiten yang merupakan anak usaha dari Adaro Energy (ADRO) ini harga sahamnya meroket setelah resmi diperdagangkan oleh publik secara perdana pada hari pertama perdagangan tahun ini pada 3 Januari 2022.

Dalam sepekan ADMR mampu mencatatkan kenaikan harga 108%, dari semula di level Rp 380 per saham menjadi Rp 790 pada akhir perdagangan Jumat (14/1/2022) kemarin.

ADMR masih mampu mencatatkan kenaikan meski pada Rabu lalu sempat disuspensi setelah sebelumnya masuk dalam radar bursa akibat kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Saham yang saat IPO ditawarkan di harga Rp 100/saham, telah 'meroket ke angkasa' naik 690% sejak IPO atau selama dua pekan, dengan delapan hari awal perdagangan secara beruntun menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Dari deretan top gainers lainnya, ada saham maskapai penerbangan bertarif rendah, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) yang harga sahamnya terus naik setelah lebih dari dua tahun 'tidur nyenyak' di harga Rp 50/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading