Kenapa Namanya Allo Bank? Chairul Tanjung Ungkap Alasannya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 January 2022 10:16
Chairul Tanjung di Bursa Efek Jakarta (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) bakal menjadi penantang baru di industri bank digital Tanah Air. Rupanya, ada makna tersendiri bos BBHI Chairul Tanjung memilih nama Allo Bank.

CT, sapaan akrab Chairul Tanjung menyebut, bisnis Allo Bank mengusung filosofi satu untuk semua, semua untuk satu. Jika ditranslasikan ke Bahasa Inggris menjadi, all for one, one for all.

"Itu kenapa namanya Allo, Allo Bank," kata CT, Selasa (11/1/2022), usai membuka perdagangan bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI). 


Pemilihan brand tersebut juga bukan tanpa alasan. Filosofi yang terkandung di dalamnya mengacu pada banyaknya perusahaan besar yang bergabung dalam ekosistem Allo Bank saat ini.

Ekosistem tersebut memungkinkan adanya interkoneksi bisnis antar sesama perusahaan. "Kami memiliki ekosistem terkuat," tandas CT.

Seperti diketahui, Allo Bank menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue senilai Rp 4,80 triliun. Rights issue tersebut bakal diserap tujuh investor strategis.


Ketujuh investor besar yang dimaksud adalah CT Corp, Grup Salim, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. Empat nama terakhir adalah unicorn di sektor teknologi dan ekonomi digital Tanah Air.

CT mengucapkan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya yang membidangi pasar modal, karena telah memberikan izin efektif rights issue untuk Allo Bank.

"Terima kasih karena telah membimbing kami untuk menyampaikan prospektus yang selengkap-lengkapnya agar investor pasar modal betul-betul dapat memahami apa yang akan terjadi dalam proses rights issue ini," ujarnya.

Chairul Tanjung seperti mengutip perkataan Inarno Djajadi, Dirut BEI, menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan perilaku orang-orang Indonesia yang ingin semuanya serba cepat.

"Dengan pandemi ini, banyak pembatasan-pembatasan ruang gerak daripada kita semua. Yang mengakibatkan kita tidak boleh berhenti bekerja, berbisnis, melakukan transaksi. Maka transaksi terjadi, transformasi digital begitu cepat, ini menyebabkan apresiasi pasar terhadap digital bank lebih daripada bank konvensional," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tok! Setuju Rights Issue, Asing Masuk & Saham Allo Bank Naik


(dhf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading