Nunggak Bayar ke Antam, Begini Penjelasan BRMS

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 January 2022 14:45
Bumi Resources Minerals memulai Uji Coba Produksi dari Tambang Emasnya di Poboya, Palu (Dok. Bumi Resources Minerals)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyebutkan saat ini tengah mencari alternatif pembayaran utang kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Utang tersebut senilai US$ 31,4 juta atau setara dengan Rp 484,4 miliar atas pembelian 20% saham PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan, pembayaran utang ini tengah dibahas dengan manajemen ANTM dan diharapkan akan segera didapatkan kesepakatan. "Kami berharap untuk dapat mencapai kesepakatan atas skema pelunasan utang tersebut dengan manajemen ANTM," kata Suseno dalam siaran persnya, Jumat (7/1/2022),

Dia menjelaskan, DPM merupakan salah satu proyek tambang seng dan timah hitam yang penting dalam portfolio perusahaan. Di samping mencari akal untuk membayarkan utangnya, perusahaan juga tengah berupaya untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan untuk mengembangakan proyek tersebut sehingga proyek tersebut dapat segera terlaksana secara komersial.


"Selain itu, penggunaan dana hasil dari dua Penawaran Umum Terbatas ditahun lalu tetap sesuai rencana untuk mengembangkan proyek tambang emas kami di Palu dan Gorontalo," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BRMS baru membayarkan senilau US$ 2,45 juta atas pembelian DPM kepada Antam. Sisa pembayaran ini dijadwalkan akan diselesaikan pada September 2020 lalu.

Pembelian tersebut dilakukan pada 20 September 2018 dengan perjanjian pembayaran dilakukan secara bertahap.

"Pembayaran tahap kedua ini seharusnya dibayar pada September 2020,t kata Yulan Kustiyan, Corporate Secretary ANTM dalam keterbuan informasinya.

Disampaikan bahwa alasan BRMS belum dapat melakukan pelunasan pembayaran kepada ANTM lantaran perusahaan mengalami kesulitan dalam pendanaan proyek di DPM. Sehingga, BRMS mengajukan perpanjangan waktu pembayaran dan mengajukan opsi terkait resolusi pelunasan piutang kepada ANTM.

"Saat ini, kami tengah mengkaji aspek legal, governance dan komersial atas usulan yang disampaikan oleh BRMS," terangnya.

Mengacu laporan keuangan BRMS per 31 September 2021, ketersedian kas perusahaan ini memang sedang cekak. BRMS hanya memiliki kas setara kas sekitar US$ 13,61 juta. Jika dirupiahkan menggunakan kisarn kurs Rp 14.300, duit di kantong BRMS itu hanya setara sekitar 194,59 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lakukan Ekspansi, Begini Potensi Dari Emiten Tambang Emas


(mon/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading