Sambut 2022, CIMB Niaga Finance Siapkan Virtual Exhibition

Market - Paulus Yoga, CNBC Indonesia
31 December 2021 17:37
Presdir CIMB Niaga Finance, Ristiawan Suherman tengah menyampaikan strategi bisnis tahun depan.

Tangerang Selatan, CNBC Indonesia - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) menyiapkan beberapa terobosan untuk menghadapi tahun 2022. Perseroan tengah menyiapkan layanan digital terbaru, yang diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi pengalaman para nasabah.

Hal tersebut diyakini bakal sejalan dengan kinerja perseroan yang cukup terjaga selama periode pandemic Covid-19.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan Suherman bilang, bahwa seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi pada 2021 yang didukung oleh berbagai program stimulus dari pemerintah, CIMB Niaga Finance dapat memanfaatkan peluang untuk terus tumbuh baik.


"CIMB Niaga Finance berhasil meningkatkan aset perusahaan menjadi Rp4,5 triliun pada periode yang berakhir pada 30 November 2021, atau naik sebesar 19% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp3,8 triliun,' tuturnya di Tangerang Selatan, Jumat (31/12/2021).

Pencapaian tersebut didorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru (booking) sebesar Rp4,8 triliun, naik signifikan 43% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,4 triliun. Sejalan dengan peningkatan aset, Perseroan tetap mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 1,22%.

Perseroan juga melaporkan Laba sebelum Pajak atau profit before tax (PBT) meningkat menjadi Rp269 miliar pada 30 November 2021, naik 5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp256 miliar. Selain itu, rasio-rasio keuangan juga terjaga dengan baik. Per 30 November 2021, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Perseroan masing-masing tercatat sebesar 7,18% dan 12,43%.

"Di samping peningkatan pada aset dan pembiayaan baru (booking), CIMB Niaga Finance berhasil melakukan efisiensi perusahaan yang terlihat pada penurunan beban operasional (BOPO) perusahaan menjadi 66,71% di bulan November 2021, turun 9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 76,59%. Penurunan beban operasional tersebut secara nyata didukung oleh berbagai proses otomasi dan digitalisasi," tukas Ristiawan lagi.

Proses otomasi dan digitalisasi tersebut akan diperkuat dengan upaya pengalaman baru bagi nasabah untuk mengeksplorasi pameran kendaraan secara virtual melalui Virtual Exhibition yang akan dilaksanakan pada tahun 2022. Hal ini sebagai wujud kelanjutan transformasi digital yang dilakukan perseroan pada 2021.

Perseroan akan meluncurkan model bisnis baru yang akan mengusung kemudahan bagi nasabah melalui pameran virtual dengan memanfaatkan platform model 3D. Nasabah dapat secara langsung mengeksplorasi beragam tipe mobil dan fitur yang ditawarkan. Lebih lanjut, nasabah dapat mengajukan pembiayaan secara instan melalui CNAF Mobile yang terintegrasi di dalam pameran virtual tersebut.

Beberapa kelebihan yang diusung dalam pameran tersebut, lanjut Ristiawan antara lain percakapan langsung dengan perwakilan perseroan dan partner, simulasi pembiayaan yang fleksibel sesuai tenor maupun down payment (DP), dan beragam program menarik lainnya.

"Kami akan tetap disiplin dalam memperkuat platform digital di tengah kondisi yang menantang. Mengusung value proposition cepat dan mudah, kami akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," tukasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Bangkit, Multifinance Pede Kredit 2022 Melejit


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading