Panas! Harga Minyak 'Mendidih' Hingga 8% Minggu Ini

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 December 2021 12:30
Pengapalan ke-700, Sinergi Anak Usaha Pertamina Angkut Produksi Minyak Mentah Blok Cepu. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia mendidih sepanjang pekan ketiga bulan Desember. Produksi minyak di Amerika Serikat (AS) dan Libya turun dan dukungan dari meredanya kecemasan Omicron jadi pendorong penguatan harga minyak pekan ini.

Harga minyak kontrak Brent meroket 7,27% dibanding posisi penutupan pekan lalu ke US$ 76,14/barel. Sedangkan untuk minyak kontrak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8,15% ke US$ 73,79/barel pekan ini.

MinyakFoto: Refinitiv
Minyak

Harga minyak mentah sepanjang pekan ini mendapat dukungan dari anjloknya produksi minyak mentah di AS dan Libya.


Mengacu data Administrasi Informasi Energi (EIA) produksi minyak mentah AS tercatat 11,6 juta barel per hari (bph) pada pekan yang berakhir 17 Desember. Jumlah tersebut turun dibandingkan produksi minggu sebelumnya sebesar 11,7 juta bph.

Persediaan minyak mentah negeri Paman Sam itu turun ke level 4,7 juta barel pada pekan lalu.

Sementara itu Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengatakan produksi minyak mentah 4 ladang minyak telah ditutup termasuk El Sharara yang merupakan produksi terbesar.

Adanya masalah internal membuat NOC mengumumkan force majure dan melakukan kebijakan penutupan produksi tersebut.

El Sharara merupakan ladang minyak terbesar Libya yang memiliki kapasitas 300.000 barel per hari. Ladang minyak lain yang ditutup termasuk El Feel, Wafa, dan Hamada.

Penutupan produksi Libya memperburuk kekurangan produksi OPEC, yang sudah jatuh 700.000 bph pada November.

Kecemasan Omicron juga turut menopang laju harga minyak pekan ini setelah studi ilmiah terbaru mengungkapkan tingkat risiko rawat inap Omicron lebih rendah dari varian Delta.

MelansirThe Straits Times, penelitian oleh pemerintah Inggris menunjukkan gejala Omicron tidak separah varian lain, meski lebih menular daripada jenis Covid-19 lainnya hingga saat ini.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan orang yang terinfeksi Omicron memiliki kemungkinan 50%-70% lebih kecil, dibandingkan mereka yang terinfeksi Delta, untuk dirawat di rumah sakit, Kamis (23/12/2021).

miny


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden Didesak Lepas Pasokan ke Pasar, Harga Minyak Ambles


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading