Sempat Diborong Minggu Lalu, Saham Farmasi Dilego Pagi Ini

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 December 2021 10:48
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten farmasi utama melorot ke zona merah pada lanjutan sesi I perdagangan hari ini, Rabu (22/12/2021). Saham farmasi cenderung dilego investor dalam beberapa hari terakhir usai diborong pada Kamis pekan lalu (16/12) ketika Covid-19 Omicron dikabarkan masuk ke Indonesia.

Berikut pelemahan saham farmasi berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.00 WIB.

  1. Pyridam Farma (PYFA), saham -1,95%, ke Rp 1.005/saham


  2. Kalbe Farma (KLBF), -1,87%, ke Rp 1.575/saham

  3. Itama Ranoraya (IRRA), -0,94%, ke Rp 2.110/saham

  4. Indofarma (INAF), -0,43%, ke Rp 2.330/saham

  5. Kimia Farma (KAEF), -0,40%, ke Rp 2.520/saham

Saham PYFA menjadi yang paling melemah, yakni 1,95% ke Rp 1.005/saham, setelah kemarin naik 0,99%.

Saham KLBF juga merosot 1,87% ke Rp 1.575/saham. Pada minggu lalu, saham KLBF sempat naik selama 3 hari beruntun, yakni pada 14-16 Desember 2021.

Saham IRRA juga terdepresiasi 0,94% ke Rp 2.110/saham, setelah menguat 2,40% kemarin. Pada 16 Desember, saham IRRA terkerek 5,03%.

Duo saham BUMN, INAF dan KAEF juga turun 0,43% dan 0,40%. Pada saat kabar galur Covid-19 anyar Omicron diumumkan masuk ke Indonesia pada Kamis minggu lalu, kedua saham ini masing-masing melonjak 4,31% dan 4,44%.

Kabar teranyar, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan penambahan kasus Omicron di Tanah Air. Kini ada total lima kasus varian terbaru corona itu di RI.

Sebelumnya, ada tiga kasus terdeteksi. Dua kasus baru, merupakan pelaku perjalanan luar negeri dari London, Inggris.

"Saat ini sudah ada tambahan kasus lagi dari 11 kasus probable ada dua kasus terkonfirmasi positif. Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (22/12/2021).

Ia pun meminta masyarakat mengurangi mobilitas dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru

"Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus COVID-19 dengan menahan diri tidak bepergian," ucapnya.

WHO sebelumnya sudah memasukkan Omicron ke dalam varian of concern. Kini sudah ada 89 negara yang mendeteksi Omicron.

Omicron memiliki penularan yang sangat cepat. WHO mengatakan kasus meningkat dua kali lipat setiap 1,5 hingga tiga hari di daerah dengan penularan komunitas.

Omicron sekarang varian dominan di Amerika Serikat (AS), dengan 73% dari semua infeksi, mengalahkan Delta. Hal sama juga terjadi di Eropa, bahkan sejumlah negara menerapkan "PPKM" dan lockdown.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Covid-19 Melandai, Harga Saham Farmasi Rontok


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading