IHSG Rontok, SMGR-BBRI dan Saham Bukalapak Dilego Asing!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
14 December 2021 16:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (14/12/2021) di zona merah, di tengah kekhawatiran investor akan memburuknya pandemi virus corona (Covid-19) di negara-negara maju.

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup merosot 0,71% ke level 6.615,637. Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke level 6.665,38. Namun selang beberapa menit, IHSG langsung terpelanting ke zona merah hingga akhir perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi indeks pada hari ini cenderung kembali menurun menjadi Rp 11,3 triliun. Sebanyak 171 saham menguat, 353 saham melemah dan 153 lainnya stagnan. Investor Asing tercatat kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 210 miliar di pasar reguler.


Asing tercatat melepas dua saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap) pada hari ini, yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain melepas BBRI dan BBCA, asing juga melepas saham emiten produsen semen dengan merek Semen Gresik yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), saham emiten konsumer rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan saham emiten poultry PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sementara dari pembelian bersih, asing tercatat mengoleksi empat saham big cap di atas Rp 100 triliun, yakni saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan saham PT Astra International Tbk (ASII).

Selain itu, asing juga mengoleksi saham emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan saham emiten produsen kertas yakni PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

Sentimen tak sedap datang dari perkembangan baru varian Omicron. Di Inggris, varian Omicron dilaporkan telah merenggut nyawa satu orang pasien. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson.

"Sayangnya ya, Omicron menyebabkan rawat inap dan sayangnya lagi ada satu pasien telah dipastikan meninggal akibat terinfeksi Omicron," kata Johnson kepada wartawan dalam kunjungan ke klinik vaksinasi dekat Paddington, London, menurut Sky News.

Selain itu dari China, pemerintah setempat melaporkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di negaranya pada Senin kemarin, seperti yang dilaporkan oleh Reuters dan media lokal setempat.

Infeksi Omicron pertama di Negeri Panda tersebut terindikasi dari imported case yakni berasal dari wisatawan asing yang tiba di kota Tianjin dari luar negeri pada 9 Desember lalu. Saat ini, pasien tersebut sedang dirawat dan diisolasi di rumah sakit setempat.

Alhasil, kasus varian Omicron pertama di China membuat bursa saham utama Asia terpantau terkoreksi cukup signifikan. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong pun terkoreksi cukup parah hari ini. Nikkei terkoreksi 0,73% sedangkan Hang Seng ambles 1,33%.

Investor juga cenderung wait and see jelang jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni dari Selasa (14/12/2021) hari ini hingga Rabu (15/12/2021) waktu AS.

Dalam rapat FOMC kali ini, para pembuat kebijakan diperkirakan akan membahas percepatan dari program pengurangan pembelian obligasi atau tapering.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Terkoreksi Lagi, Asing Buru ARTO-BBCA & Lepas ITMG-PTBA


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading