Ancaman dari China Berkurang, RI Bisa Terus Serok Cuan!

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
10 December 2021 10:20
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Membaiknya kondisi ekonomi China memberi keuntungan bagi Indonesia. Pasalnya, China adalah mitra dagang utama Indonesia. Ketika perekonomian China memburuk ada risiko demand akan menurun. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor non-migas Indonesia ke China pada periode Januari-Oktober mencapai US$ 40,6 miliar, mengalami kenaikan hingga 74% dari periode yang sama tahun 2020.


Nilai tersebut berkontribusi sebesar 23% dari total ekspor Indonesia. Kontribusi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan Amerika Serikat, yakni 11%, yang berada di urutan kedua negara tujuan ekspor RI.

Indonesia akan mendapat berkah dari ekspor batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik di China.

Pemerintah China saat ini sedang berupaya memenuhi kebutuhan energi batu bara untuk pembangkit listrik. Selain dari produksi dalam negeri, impor juga jadi langkah strategis.

Impor batu bara China naik pada bulan November sebesar 35,05 juta ton, tertinggi sepanjang tahun ini. Ini jadi sinyal konsumsi batu bara China yang tinggi.

Posisi Indonesia diuntungkan dari hubungan China dan Australia yang panas dan berbuntut pada boikot batu bara sejak Oktober 2020.

Berdasarkan data BPS, volume ekspor batu bara pada bulan September sebesar 9,19 juta ton, naik 353,28% yoy.

Volume ekspor batu bara sejak China memboikot batu bara Australia berada dalam tren naik.

Sepanjang Januari-September 2021, volume ekspor batu bara Indonesia ke China tercatat 78,21 juta, naik 71,5% year to date (­ytd).

Volume EksporFoto: BPS
Volume Ekspor

Kenaikan volume ekspor diikuti juga nilai ekspor batu bara ke China. Pada bulan September, nilai ekspor batu hitam Indonesia ke China tercatat US$ 842,93 juta, naik 951,02% yoy.

Harga batu bara global yang meroket sepanjang 2021 menjadi faktor kenaikan nilai ekspor batu bara Indonesia ke China.

Sepanjang Januari-September 2021, nilai ekspor batu bara Indonesia ke China tercatat US$ 5,55 miliar, naik 182,71% ­ytd.

Nilai eksporFoto: BPS
Nilai ekspor

Meredanya kecemasan akan stagflasi membuat outlook permintaan batu bara masih tinggi, sehingga bisa menghasilkan cuan bagi Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Meroket Lagi! Harga Batu Bara di Level Tertinggi Sejak 2008

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading