Akhir Pekan IHSG Loyo Lagi, Asing Lego Astra & Koleksi Telkom

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
03 December 2021 17:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini dengan ditutup di zona merah, di tengah kekhawatiran investor akan kian menyebarnya varian baru virus corona (Covid-19) di Asia.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melemah 0,69% ke level 6.538,51 pada penutupan perdagangan Jumat (3/12/2021) akhir pekan ini.

Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat dibuka naik tipis 0,06% ke 6.588,014, indeks acuan utama bursa ini sempat menyentuh level tertinggi hariannya pada 6.600,166 tepat pukul 09:00 WIB. Namun selepas itu, IHSG sempat berfluktuasi dan pada akhirnya terkoreksi hingga penutupan perdagangan hari ini.


Data perdagangan mencatat nilai transaksi IHSG pada hari ini kembali surut menjadi Rp 11,4 triliun. Sebanyak 233 saham menguat, 284 saham melemah, dan 144 saham stagnan. Investor asing kembali melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 429 miliar di pasar reguler.

Asing tercatat melepas tiga saham berkapitalisasi pasar di atas Rp 50 triliun, yakni saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Astra International Tbk (ASII), dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Selain itu, asing juga melepas saham emiten industri dasar produsen semen Gresik yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), saham startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan saham media penyiaran berbayar Grup MNC yakni PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sementara dari pembelian bersih, asing tercatat mengoleksi tiga saham big cap di atas Rp 100 triliun, yakni saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Selain itu, asing juga mengoleksi saham emiten leasing PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), saham menara telekomunikasi anak usaha Telkom Indonesia yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan saham media program televisi internasional Grup MNC yakni PT MNC Studios International Tbk (MSIN).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

IHSG gagal kembali ke zona hijau pada hari ini, meskipun ada sedikit kabar baik dari Amerika Serikat (AS), di mana bursa saham Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Kamis (2/12/2021) waktu AS. Indeks S&P 500 dan Dow Jones naik lebih dari 1%, sedangkan Nasdaq melesat nyaris 1%.

Bahkan, sejumlah kabar baik datang di tengah kekhawatiran yang ada terkait penyebaran virus corona (Covid-19) varian Omicron. Sejumlah kabar yang melegakan pun datang. Kali ini kabar optimis mengenai virus itu datang dari Hong Kong dan Australia.

Melansir Straits Times, sekelompok ilmuwan Hong Kong telah berhasil mengisolasi varian Omicron untuk menjadi sampel medis. Hal ini berguna untuk penelitian lebih lanjut demi mengetahui respon kekebalan yang tepat atas virus varian ini.

Dalam keterangan resmi University of Hong Kong (HKU), pengisolasian virus ini merupakan yang pertama di Asia. Tim peneliti saat ini sedang memperluas pengamatan virus untuk menilai penularan, kemampuan penghindaran kekebalan, serta menebak patogenisitasnya.

Kabar baik lainnya datang dari Inggris, di mana regulator kesehatan setempat pada Kamis (2/12/2201) memberikan lampu hijau untuk penggunaan obat Covid-19 terbaru. Obat itu merupakan pengembangan yang dilakukan perusahaan farmasi GlaxoSmithKline.

Pemberian izin ini menambah panjang laporan obat-obatan Covid-19 yang juga dianggap mampu melawan Varian Omicron.

Sebelumnya, CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan obat pengobatan Covid-19, Paxlovid, yang saat ini sedang dikembangkan perusahaannya mampu melawan infeksi varian itu.

Tetapi, beberapa kabar baik tersebut nyatanya tak membuat IHSG kembali ke zona penguatan. Hal ini karena indeks sudah terbang tinggi lebih dari 1% kemarin, maka wajar saja jika hari ini terkoreksi karena ada indikasi aksi ambil untung (profit taking) oleh investor.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading