Omongan Bos Moderna Bikin Saham Farmasi Terbang

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
30 November 2021 17:10
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham farmasi berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (30/11/2021), setelah sempat melorot ke zona merah pada awal perdagangan pagi tadi. Dengan ini, saham farmasi melanjutkan kenaikan pada Senin kemarin (29/11).

Kenaikan saham farmasi masih didorong oleh kabar kemunculan varian anyar Covid-19 bernama Omicron yang masih menjadi kekhawatiran investor.

Kendati secara keseluruhan adanya sentimen ini cenderung negatif bagi pasar, tetapi khusus sektor kesehatan cenderung diuntungkan sehingga harga saham emitennya cenderung mengalami kenaikan.


Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) berhasil menguat 0,25% hari ini, setelah pagi tadi melemah.

Berikut penguatan saham farmasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

  1. Phapros (PEHA), saham +11,16%, ke Rp 1.295/saham

  2. Itama Ranoraya (IRRA), +10,40%, ke Rp 2.070/saham

  3. Pyridam Farma (PYFA), +9,05%, ke Rp 1.145/saham

  4. Kimia Farma (KAEF), +6,61%, ke Rp 2.740/saham

  5. Merck (MERK), +3,68%, ke Rp 3.660/saham

  6. Indofarma (INAF), +2,80%, ke Rp 2.570/saham

Saham anak usaha emiten pelat merah KAEF, PEHA, memimpin kenaikan sebesar 11,26% dengan nilai transaksi mencapai Rp 7 miliar. Kemarin, saham PEHA naik 1,75%.

Di bawah saham PEHA, ada saham IRRA yang melonjak 10,40% dengan nilai transaksi jumbo sebesar Rp 115,54 miliar, usai terkerek 9,33% pada Senin kemarin.

Duo saham BUMN KAEF dan INAF juga kompak naik 6,61% dan 2,80% hari ini. Kemarin, kedua saham tersebut masing-masing melesat 6,64% dan 6,38%.

Berbeda dari saham farmasi, saham pengelola RS cenderung memerah hari ini. Ambil contoh, di antara 4 saham RS utama yang ambles, saham pengelola RS Siloam PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) yang anjlok hingga batas atas rejection bawah (ARB) 6,78%.

Namun, 3 saham pemilik RS berhasil naik hari ini, salah satunya PT Royal Prima Tbk (PRIM) yang melonjak 13,90%.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,13% ke 6.533,93 hari ini. Sebenarnya IHSG bergerak di zona hijau sepanjang sesi I, tetapi mulai sesi II IHSG tiba-tiba anjlok.

Sebelumnya, pada Jumat (26/11) bursa global, termasuk Tanah Air, mengalami aksi jual besar-besaran (sell-off) seiring adanya kabar soal galur baru Covid-19 Omicron.

Hari ini perkembangan kabar soal strain Covid-19 teranyar kembali menjadi 'hantu' yang ditakuti di pasar. Perkembangan terbaru datang dari CEO Moderna Stéphane Bancel yang mengatakan bahwa vaksin yang beredar saat ini dirasa kurang efektif terhadap galur Corona Omicron.

"Tidak ada dunia, saya pikir, di mana (efektivitas) berada pada tingkat yang sama dengan Delta," kata CEO Moderna Bancel kepada Financial Times dalam sebuah wawancara.

Bancel menambahkan, "Saya pikir itu akan menjadi penurunan yang materiil. Saya tidak tahu berapa banyak karena kita perlu menunggu datanya. Tetapi semua ilmuwan yang saya ajak bicara.. seperti 'ini tidak akan baik-baik saja'".

Komentar bos Moderna tersebut datang ketika pakar kesehatan masyarakat dan politisi mencoba memberikan nada yang lebih optimis soal efektivitas vaksin yang ada untuk memberikan perlindungan terhadap Omicron.

Melansir Reuters, Senin (29/11/2021), WHO bilang, varian virus corona Omicron kemungkinan akan menyebar secara internasional, menimbulkan risiko global yang "sangat tinggi" berkaitan dengan lonjakan infeksi yang bisa memiliki "konsekuensi parah" di beberapa area.

WHO mengatakan butuh waktu berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian tersebut dapat memengaruhi diagnostik, terapi dan vaksin. Namun bukti awal menunjukkan varian ini bisa menginfeksi ulang.

Omicron diyakini muncul pertama kali di Botswana. Namun, kemudian berkembang di masyarakat di Afrika Selatan (Afsel) hingga akhirnya dilaporkan oleh ilmuwan pertama kali pada pekan lalu.

Di luar Afrika, kasus Covid-19 Omicron ditemukan di sejumlah negara misal Inggris, Prancis, Israel, Belgia, Belanda, Jerman, Italia , Australia, Kanada, dan Hong Kong. Sejumlah negara melakukan pembatasan lalu lintas internasional karena ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Berbayar Ditunda, Saham KAEF Dkk Masih Tetap 'Ngamuk'


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading