Rambut, eh Batu Bara, Rontok! Gara-gara Xi Jinping Nih...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 November 2021 08:04
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara anjlok pada perdagangan kemarin. Mungkin investor ingin mencairkan keuntungan dari kontrak batu bara yang memang lumayan tinggi.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 156/ton. Ambles 11,36% dari posisi akhir pekan lalu.

Koreksi ini membuat harga batu bara anjlok dalam dua hari perdagangan beruntun. Selama dua hari tersebut, harga si batu hitam ambrol 15,45%. Wow...


Akan tetapi, koreksi ini didahului oleh reli panjang. Sebelumnya, harga batu bara sempat naik delapan hari perdagangan beruntun. Dalam delapan hari itu, harga meroket 26,59%.

So, wajar jika investor tergiur. Cuan 26,59% bukan sedikit, sehingga layak untuk dicairkan. Aksi ambil untung (profit taking) ini yang sepertinya membuat harga batu bara jatuh dalam dua hari terakhir.

Halaman Selanjutnya --> Kabar dari China Hantam Batu Bara

Kabar dari China Hantam Batu Bara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading