Batu Bara Terancam 'Pensiun', Bayan Siapkan Strategi

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
29 November 2021 20:12
PE Bayan Resources

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor batu bara tengah menghadapi tantangan seiring dengan meningkatnya penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya, sumber energi yang satu ini dikatakan menghasilkan emisi karbon yang sangat besar dan memicu perubahan iklim. memicu perubahan iklim.

Pemerintah Indonesia sendiri serius untuk lebih banyak menggunakan energi baru terbarukan, dan perlahan menggeser batu bara. Bahkan, untuk menuju netral karbon pada 2060, pemerintah berencana mempensiunkan PLTU dalam beberapa tahun mendatang.

Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Russel Neil mengaku situasi ini menjadi cukup menantang bagi sektor batu bara, terutama dari sisi pembiayaan. Saat ini sektor batu bara dituntut untuk tidak hanya menjual emas hitam ini melainkan juga melakukan hilirisasi demi keberlanjutan


Dengan begitu, produksi batu bara bisa tetap konsisten di masa mendatang. Dia menargetkan pertumbuhan keuangan Bayan yang akan terus bertumbuh intensif dalam jangka panjang.

"Kami melihat masa depan batubara dalam jangka yang panjang. Kami juga akan terus memproduksi batu bara. Jelas, kami sedang mencari proyek alternatif lain," ujar Russel dalam Laporan Pendapatan Bayan Resources, Senin (29/11/2021).

Perihal hilirisasi dan rencana pemerintah soal PLTU, Russel mengaku tidak memiliki target khusus. Dia juga menganggap pemensiunan PLTU ini sebagai hal yang alamiah. Pihaknya mengaku optimis akan bertahan lebih lama ketimbang yang lain.

"Kami akan menjadi orang (perusahaan batu bara) terakhir yang bertahan karena kami memiliki beberapa batu bara dengan biaya terendah," ucap Russel.

Terkait Capex, Russel mengungkapkan Bayan telah mengeluarkan sekitar US$ 106-109 juta yang belum dibelanjakan tahun ini. Russel menambahkan, pihaknya masih melakukan anggaran, sehingga belum memiliki jumlah pasti untuk mencari peningkatan slot produksi.

Dari sisi penjualan, hingga September 2021, Russel menuturkan Bayan telah menjual sekitar 11% produksi dalam negeri, yang sisanya adalah ekspor. Menurutnya, Bayan juga terus meningkatkan jumlah produksi batu bara.

"Memasuki tahun 2022 dan rencana ekspansi, kami akan selesai ekspansi di Indonesia," pungkas Russel.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading