Saham Bank Gede Ambles, Bikin IHSG Nyungsep

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 November 2021 09:59
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham bank besar melorot ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (26/11/2021), di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi pagi ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.28 WIB, IHSG turun 0,20% ke 6.685,68, usai naik dalam 2 hari terakhir. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 2,69 triliun dengan volume perdagangan 6,35 miliar saham.

Sebanyak 163 saham naik, 273 saham turun, dan 192 saham stagnan. Kendati IHSG loyo, investor asing melakukan beli bersih Rp 32,53 miliar di pasar reguler dan beli bersih Rp 386,31 juta di pasar negosiasi dan pasar tunai.


Dari 11 indeks sektoral, hanya ada 3 indeks yang menguat, yakni indeks transportasi & logistik (IDXTRANS) yang terkerek 0,45%, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang naik 0,38%, dan indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang terapresiasi 0,13%.

Sementara, indeks sektor keuangan atau finansial (IDXFINANCE), melorot 0,3%.

Berikut saham bank gede yang melemah pagi ini.

  1. Bank Negara Indonesia (BBNI), saham -1,74%, ke Rp 7.050/saham

  2. Bank Mandiri (BMRI), -1,70%, ke Rp 7.225/saham

  3. Bank Danamon Indonesia (BDMN), -0,80%, ke Rp 2.490/saham

  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), -0,47%, ke Rp 4.200/saham

  5. Bank Central Asia (BBCA), -0,34%, ke Rp 7.400/saham

Menurut data di atas, saham saham bank BUMN BBNI merosot 1,74% ke Rp 7.050/saham, setelah menguat dalam 2 hari terakhir. Investor asing tercatat melakukan jual bersih saham BBNI Rp 12,81 miliar di pasar reguler.

Kabar teranyar, BBNI memberikan fasilitas pinjaman kepada emiten konsumer milik pengusaha Sudhamek, PT Garudafood Putra Putri Tbk (GOOD), senilai Rp 1 triliun. Diwartakan CNBC Indonesia, Kamis (25/11), pinjaman tersebut digunakan untuk refinancing sebagian dari kredit sindikasi Garudafood yang sudah ada.Dengan ini, dalam sepekan saham BBNI masih naik 0,36%, sedangkan dalam sebulan menguat 0,71%.

Selain saham BBNI, saham bank pelat merah lainnya, BMRI dan BBRI juga terbenam di zona merah. Saham BMRI merosot 1,70%, di tengah aksi beli bersih asing Rp 3,49 miliar.

Sementara, saham BBRI terdepresiasi 0,47%, seiring asing melakukan jual bersih Rp 28,6 miliar, yang merupakan terbesar kedua di bursa pagi ini.

Khusus untuk Bank Mandiri, perusahaan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan Oktober 2021 senilai Rp 31,75 triliun kepada 324 ribu lebih debitur.

Sebelumnya, Kamis (25/11), menurut SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso, realisasi tersebut telah mencapai 90,73% dari total target penyaluran KUR perseroan di tahun 2021 sebesar Rp 35 triliun.

Saham bank swasta Grup Djarum BBCA juga tertekan aksi jual hingga turun 0,34% pagi ini. Asing mencatatkan jual bersih Rp 37,5 miliar, terbesar di bursa.

Minimnya sentimen positif di pasar global membuat IHSG rawan terkoreksi pada hari ini. Sentimen positif yang cenderung minim karena pasar saham Amerika Serikat (AS) tidak dibuka pada perdagangan Kamis (25/11/2021) kemarin karena sedang libur memperingati hari Thanksgiving.

Meskipun sentimen pasar global cenderung sepi, tetapi ada kabar baik yang datang dari Benua Eropa, di mana indeks saham kawasan Eropa ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat.

European Stoxx 600 ditutup menguat 0,44%. Mayoritas bursa saham Benua Biru juga sukses mengakhiri perdagangan di zona hijau kemarin.

Tiga indeks saham acuan utama Eropa yakni FTSE, CAC dan DAX juga kompak menghijau dengan apresiasi masing-masing 0,33%, 0,48%, dan 0,25%. Meskipun angka infeksi Covid-19 harian di Eropa masih terus meningkat, tetapi pasar saham ditutup dengan ceria.

Salah satu katalis positifnya adalah regulator Eropa yang memberikan lampu hijau untuk vaksinasi Covid-19 bagi mereka kelompok usia sangat muda di rentang 5-11 tahun.

Sentimen negatif juga datang dari seputaran virus corona (Covid-19), di mana varian baru Covid-19 kembali muncul banyak mutasi lonjakan, B.1.1.529. Varian Covid-19 ini disebut telah terdeteksi di Afrika Selatan.

Dalam penjelasan ilmuwan Afrika, varian B.1.1.529 mengandung beberapa mutasi yang terkait dengan peningkatan resistensi antibodi. Ini diyakini ilmuwan dapat mengurangi efektivitas vaksin, bersama dengan mutasi yang umumnya membuatnya lebih menular.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading