Masih Rugi, Saham Emiten Sawit Ini Malah 'Terbang' 34%

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 November 2021 17:09
Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) melambung tinggi pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (25/11/2021). Lonjakan harga saham GZCO hari ini terjadi seiring perusahaan baru saja menerbitkan laporan keuangan per kuartal III 2021.

Dalam laporan keuangan teranyar, Gozco berhasil memangkas rugi bersih di tengah tumbuhnya penjualan dan pendapatan perusahaan. Sebagai informasi, terakhir kali Gozco mencatatkan laba bersih tahunan (full year) adalah sekitar 7 tahun silam atau pada 2014.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GZCO melonjak 34,00%, atau hampir menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 35%, ke posisi Rp 67/saham. Dengan ini, harga saham GZCO berhasil meninggalkan level gocap atau Rp 50/saham. Sebagaimana diketahui, saham GZCO tergolong saham 'tidur' atau tidak likuid lantaran jarang bergerak aktif selama jam perdagangan, terutama sejak pertengahan 2019.




Dengan ini, dalam sepekan saham GZCO melejit 31,38%, sedangkan sejak awal tahun (secara year to date/ytd) melesat 34,00%.

Nilai transaksi saham GZCO tercatat mencapai Rp 44,84 miliar dengan volume perdagangan 720,83 juta. Adapun kapitalisasi pasar (market cap) saham GZCO tercatat sebesar Rp 402,00 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2021 yang terbit di BEI, Kamis (25/11), Gozco berhasil memperkecil rugi bersih menjadi Rp 38,21 miliar, dari rugi bersih periode yang sama sebelumnya Rp 163,08 miliar.

Penjualan dan pendapatan usaha perusahaan tercatat tumbuh 142,25% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 189,71 miliar pada akhir September 2020 menjadi Rp 459,59 miliar pada 30 September 2021.

Secara rinci, penjualan produk CPO masih menjadi andalan dengan kontribusi mencapai Rp 395,46 miliar, naik secara tahunan dari posisi Rp 152,05 miliar per kuartal III tahun lalu. Kemudian, pos penjualan kernel dan lain-lain menyumbang masing-masing Rp 47,11 miliar dan Rp 17,01 miliar.

Namun, beban pokok penjualan juga membengkak 29,02% secara tahunan menjadi Rp 481,11 miliar.

Total aset Gozco hingga 30 September tahun ini mencapai Rp 1,92 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 934,69 miliar dan total ekuitas senilai Rp 986,50 miliar.

Saham-Saham Sawit Menghijau Hari Ini

Selain saham GZCO, setidaknya 11 saham emiten sawit lainnya berhasil ditutup di zona hijau hari ini. Ambil contoh, saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) melesat 6,98% ke Rp 92/saham, saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) naik 1,96% ke Rp 1.300/saham.



Adapun, per pukul 16.36 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia naik 0,81% ke MYR 4.956/ton, melanjutkan kenaikan 1,32% pada Rabu kemarin.

Meski naik, tetap secara umum harga CPO masih menjalani tren koreksi. Dalam seminggu terakhir, harga turun 0,84% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, koreksinya adalah 0,14%.

Sementara, sejak awal tahun, harga CPO berhasil melonjak 37,67%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Baca Juga
Features
    spinner loading