The Fed Bisa Naikkan Suku Bunga di Juni 2022, BI Kapan nih?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 November 2021 11:56
Jerome Powell

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari prediksi sebelumnya menguat sejak pekan lalu. Sebabnya, bank sentral yang biasa disebut Federal Reserve (The Fed) ini menghadapi tekanan guna meredam tingginya inflasi.

Inflasi yang dilihat berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) di bulan September tumbuh 3,6% year-on-year (YoY) yang merupakan level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
Data terbaru akan dirilis malam ini. Hasil polling Reuters memperkirakan Inflasi inti PCE tumbuh 4,1% YoY. Artinya, jauh lebih tinggi dari bulan September.


pce

Semakin tinggi inflasi PCE maka spekulasi laju tapering akan dipercepat akan semakin menguat. Spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat juga akan menyusul.

"Tekanan semakin kuat bagi The Fed untuk segera bertindak merespon kenaikan inflasi. Tidak hanya dari anggota dewan The Fed yang hawkish, tekanan juga datang dari akademisi progresif dan reka-rekan sesame bank sentral," kata Steven Ricchiuto, ekonom di Mizuho Securities, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (23/11).

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, setelah Dewan Gubernur The Fed, Christoper Waller menyerukan agar The Fed melipat gandakan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sehingga bisa berakhir di bulan April tahun depan dan bisa menaikkan suku bunga di kuartal II-2022.

Dalam pengumuman kebijakan moneter awal bulan ini, The Fed mengumumkan mulai melakukan tapering sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya. Tapering langsung dimulai bulan ini, dengan nilai QE saat ini sebesar US$ 120 miliar, maka perlu waktu 8 bulan hingga menjadi nol, atau QE berakhir pada bulan Juni tahun depan. Hal itu lah yang ingin dipercepat oleh Waller. 

"Pemulihan pasar tenaga kerja yang cepat serta tingginya inflasi mendorong saya untuk melakukan tapering lebih cepat dan tidak lagi menerapkan kebijakan akomodatif di 2022," kata Waller sebagaimana diwartakan Reuters, Jumat (22/11).

Selain Waller, wakil ketua The Fed, Richard Clarida juga melontarkan pernyataan yang sama.

"Saya akan melihat data-data yang kami dapatkan mulai saat ini hingga rapat kebijakan moneter di bulan Desember, dan kemungkinan menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat laju tapering," kata Clarida saat berbicara di San Francisco Fed's 2021 Asia Economic Policy Conference, Sabtu (20/11).

Merespon pernyataan elit The Fed dan tingginya inflasi, pelaku pasar melihat The Fed kini akan menaikkan suku bunga di akhir kuartal II-2022, lebih cepat dari sebelumnya di semester II tahun depan.

fedwatchFoto: CME Group
fedwatch

Berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat ada probabilitas sebesar 46,5% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (0,25%) menjadi 0,25% - 0,5%.

Setelahnya, The Fed masih akan terus menaikkan suku bunga. Di akhir 2022, pasar melihat suku bunga The Fed berada di 0,75% - 1,00%. Artinya, jika setiap kenaikan dilakukan 25 basis poin maka The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali di tahun depan.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> BI Juga Diperkirakan akan menaikkan Suku Bunga di Tahun Depan

BI Juga Diperkirakan akan menaikkan Suku Bunga di Tahun Depan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading