Nah Lho! Fitch Soroti Utang RI yang Meroket, Bikin Khawatir

Market - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
23 November 2021 15:18
fitch ratings

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat Internasional Fitch menyoroti situasi utang pemerintah Indonesia. Meskipun rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terbilang aman, namun rasio terhadap pendapatan negara amat mengkhawatirkan.

"Rasio utang terhadap pendapatan pemerintah akan naik menjadi 341% pada akhir 2021, jauh di atas median sejenis sebesar 253%," tulis laporan Fitch yang dikutip CNBC Indonesia, Selasa (23/11/2021).


Pemerintah harus merogoh kantong lebih dalam untuk membayar bunga utang pada tahun depan. Kondisi ini dianggap efek dari pandemi covid-19 di mana Indonesia juga bersama banyak negara lain membutuhkan banyak dana agar ekonomi tidak jatuh terlalu buruk.

Dalam APBN 2022, rencana pembayaran bunga utang adalah Rp 400 triliun. Tentu ini belum termasuk sedikit pengurangan akibat bantuan dari Bank Indonesia (BI) yang kembali dilakukan pada tahun depan.

"Pelaku pasar sejauh ini bereaksi positif terhadap perpanjangan SKB dengan BI, dengan imbal hasil obligasi dan nilai tukar tetap stabil secara luas. Namun, pembiayaan moneter yang berkepanjangan pada akhirnya dapat membuat investor ragu," paparnya.

Sementara itu untuk rasio utang terhadap PDB diperkirakan Fitch mencapai 43,1% pada akhir 2021, masih jauh di bawah median kategori 'BBB' (60,3%).

"Kami memperkirakan rasio utang akan mencapai puncaknya pada 45,1% dari PDB pada tahun 2022 sebelum menurun secara bertahap, difasilitasi oleh dimulainya kembali pertumbuhan PDB yang kuat dan kebijakan fiskal yang lebih ketat," paparnya.

Defisit fiskal diperkirakan mencapai 5,4% pada 2021 dan 4,5% pada 2022. Di bawah dari yang diperkirakan pemerintah, menurut Fitch ada efek dari lemahnya kemampuan pemerintah untuk merealisasikan belanja dan juga tambahan penerimaan dari kenaikan PPN.

"Ada risiko pengeluaran bantuan yang lebih tinggi, tergantung pada evolusi pandemi, meskipun pengeluaran pemerintah lainnya cenderung tidak mencapai target pengeluaran," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Berapa Utang Luar Negeri RI? Rp 6.018 T...


(mij/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading