Asing Lepas Mitratel & Koleksi 3 Saham Bank Big Cap

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
22 November 2021 17:15
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (22/11/2021) awal pekan ini, setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sesi I hingga awal sesi II hari ini.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup naik tipis 0,05% ke level 6.723,39. IHSG pada awal sesi I dibuka di zona hijau bahkan sempat tembus level all time high (ATH) baru di level 6.754,46. Tetapi sekitar pukul 09:30 WIB, IHSG langsung berbalik arah ke zona merah hingga perdagangan sesi II sekitar pukul 14:00 WIB.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini cenderung turun tipis menjadi Rp 14,3 triliun. Sebanyak 228 saham naik, 299 saham turun dan 143 lainnya flat.


Investor Asing juga tercatat masih menjual bersih (net sell) sebesar Rp 28 miliar di pasar reguler pada perdagangan hari ini.

Asing tercatat melepas saham emiten menara telekomunikasi yang baru listing di bursa pada hari ini, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel sebesar Rp 297 miliar. Selain itu, asing juga melepas saham induk usaha dari Mitratel yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Selain di saham MTEL dan TLKM, asing juga melepas saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), saham produsen Semen Gresik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), saham emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan saham emiten batu bara PT Indika Energy Tbk (INDY).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sedangkan dari pembelian bersih, asing tercatat mengoleksi tiga saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap), yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selain mengoleksi tiga saham bank big cap, asing juga mengoleksi saham big cap non-bank yakni PT Astra International Tbk (ASII).

Asing juga mengoleksi saham emiten menara Telekomunikasi Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan saham emiten perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik telekomunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

Berita negatif yang datang dari Eropa dan tak kompaknya saham-saham di bursa saham Amerika Serikat (AS) tentu saja menjadi kekhawatiran tersendiri bagi bursa saham Asia, termasuk pasar saham RI.

Dari Eropa, kasus virus corona (Covid-19) melonjak puluhan kali lipat dan membuat pemerintah di berbagai negara kembali mengambil tindakan tegas.

Austria menjadi sorotan dunia setelah memilih kembali mengimplementasikan karantina wilayah (lockdown) berskala nasional. Sementara itu Jerman memilih untuk membatasi mobilitas masyarakat yang belum divaksinasi.

Kecemasan akan kembalinya lockdown berskala global juga merembet ke pasar komoditas. Harga kontrak berjangka (futures) minyak mentah pun ambrol ke level di bawah US$ 80/barel.

Sementara itu dari dalam negeri, pandemi Covid-19 terbilang sudah terkendali. Namun pemerintah mengantisipasi kembali terjadinya lonjakan di akhir tahun ini.

Oleh karena itu pemerintah rencananya akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Akhir Pekan Asing Koleksi BUKA-LPPF & Lepas BMRI-ARTO


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading