Saham Emiten Luhut Ngamuk, Ada Kerjasama dengan Gojek

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 November 2021 09:37
TOBA

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten baru bara, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), yang sahamnya juga dipegang oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, langsung melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 25% pada awal perdagangan hari ini, Jumat (19/11/2021).

Kenaikan saham TOBA terjadi seiring perusahaan baru saja membentuk joint venture (perusahaan patungan) dengan raksasa penyedia jasa ride hailing Tanah Air Gojek untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.25 WIB, saham TOBA melonjak 24,81% ke Rp 830/saham, melanjutkan kenaikan dalam 2 hari terakhir. Adapun nilai transaksi saham TOBA sebesar Rp 7,78 miliar dan volume perdagangan 9,44 juta.


Pagi ini, nilai kapitalisasi pasar saham TOBA mencapai Rp 6,68 triliun.

Dengan ini, saham TOBA sudah melonjak 61,17% dalam sepekan dan melejit 48,21% dalam sebulan. Secara year to date (ytd), saham ini melesat 59,62%.

Sebelumnya, pada Kamis (18/11), Gojek bersama dengan TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS), perusahaan energi terintegrasi di Indonesia, menandatangani komitmen kerja sama untuk membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV), dengan nama Electrum.

TOBAFoto: Dok IG TOBA
TOBA

Kolaborasi strategis pertama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia ini sekaligus mendukung rencana Pemerintah Indonesia menjadikan pengembangan industri kendaraan listrik sebagai prioritas nasional.

Ini menjadi langkah nyata Gojek dan TBS wujudkan Nol Emisi Karbon 2030

Melalui perusahaan patungan tersebut, Gojek dan TBS akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, "Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kami dengan terbentuknya perusahaan tech joint venture nasional pertama di sektor kendaraan listrik Indonesia. Membawa semangat gotong royong, pembentukan perusahaan patungan ini merefleksikan keseriusan dan langkah nyata kami dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," jelas Kevin, dalam rilis pers, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Gojek berharap, jelas Kevin, upaya ini dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi kepada penanggulangan perubahan iklim di Indonesia. 

Bagi Gojek, kolaborasi strategis ini bagian dari upaya mewujudkan komitmen Sustainability Grup GoTo "Zero Emissions" (Nol Emisi Karbon). Gojek menargetkan menjadi platform karbon-netral dan mentransisi menjadi 100% kendaraan listrik di tahun 2030.

Sementara, Wakil Direktur Utama TBS Pandu Sjahrir mengatakan, "Sejalan dengan Gojek, TBS juga berkomitmen penuh terhadap sustainability untuk mencapai Nol Emisi Karbon di tahun 2030 dengan melakukan transformasi business menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business."

Pandu melanjutkan, kolaborasi dengan Gojek ini merupakan salah satu bagian dari komitmen reinvestasi pendapatan usaha TBS ke sektor energi bersih dan energi baru dan terbarukan.

Untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik, kata Pandu, TBS melihat perlunya ekosistem yang komprehensif dan mumpuni.

"Pengalaman dan pemahaman kami di bidang energi bersama dengan ekosistem dan teknologi Gojek yang luas, bisa menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya itu, kendaraan listrik yang akan digunakan dalam memberikan layanan bagi konsumen juga bisa meningkatkan kepercayaan dan mendorong masyarakat umum untuk mencoba dan memanfaatkan kendaraan listrik," imbuh Pandu. 

Sebelumnya, Gojek telah mengumumkan uji coba komersial pemanfaatan motor listrik yang menerapkan skema baterai swap. Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan, lalu selanjutnya akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer di dalam platform Gojek.

Data hasil uji coba ini juga akan dimanfaatkan untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik yang dapat memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas.

Dalam uji coba komersial tersebut, para pengguna setia Gojek akan dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan.

Sementara, mitra driver yang menggunakan kendaraan listrik akan terus dapat menjadi bagian dari layanan Gojek lainnya seperti GoFood, GoSend Instant, GoShop dan GoMart.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading