Hadapi Musim Dingin & Pasokan Ketat di China, Harga Gas Naik

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
16 November 2021 19:23
Transformasi Subholding Gas Siap Jalankan Tugas Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Di Masa Transisi Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga gas menguat pada perdagangan hari ini karena pasokan gas yang ketat untuk memenuhi permintaan musim dingin di China, negara produsen gas alam terbesar keempat di dunia.

Pada Selasa (16/11/2021) pukul 16.40 WIB harga gas di pasar Henry Hub Natural Gas tercatat US$ 5,105/mmbtu, naik 1,75% dibandingkan posisi kemarin.

gas alamFoto: Refinitiv

Berbeda dari batu bara yang tertekan karena pasokan yang diintervensi pemerintah, pasokan gas di China mulai diperketat. Terlebih lagi China saat ini mulai menghadapi musim dingin, sehingga permintaan gas untuk pemanas diperkirakan naik lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produksi gas alam.


Produksi gas alam China naik tipis 0,5% pada Oktober dari tahun lalu, data biro statistik menunjukkan. Pejabat dari perusahaan energi memperkirakan permintaan gas China akan naik sekitar 10% musim dingin ini.

Pada waktu permintaan akan gas mencapai puncak untuk pemanas, beberapa daerah mungkin menghadapi pasokan yang ketat. Ke depan, Beijing akan mengambil langkah serupa dengan batu bara, untuk memaksimalkan produksi gas alam.

"NDRC akan mendesak ladang gas domestik untuk memaksimalkan produksi dan pengurangan konsumsi gas secara teratur oleh pengguna non-perumahan untuk memastikan penggunaan rumah tangga," kata Meng Wei, juru bicara NDRC.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Meletus, Harga Gas Meledak, Awas Eropa Krisis Energi


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading