Wall Street Cenderung Menguat Meski Tipis

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 November 2021 19:56
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (15/11/2021), berpeluang membawa Wall Street pada penguatan di perdagangan awal pekan.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melompat 102 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menguat, masing-masing sebesar 0,2%.

Saham Tesla anjlok 2% di sesi pra-pembukaan menyusul serangan pendiri Tesla Elon Musk terhadap Senator Bernie Sanders, yang mengancam akan menjual sahamnya menanggapi tuntutan sang senator gaek tersebut agar kaum kaya membayar lebih banyak pajak.


Saham ExxonMobil tertekan, anjlok nyaris 1% di sesi pra-pembukaan setelah harga kontrak berjangka (futures) minyak jenis West Texas Intermediate melemah lebih dari 1% ke bawah US$ 80 per barel.

Sementara itu, saham Boeing naik nyaris 3% menyusul kabar pembicaraan antara Saudi Arabian Airlines dengan Airbus dan Boeing untuk pesanan jet berbadan besar. Sementara itu, Emirates Airlines mengumumkan pembelian dua Boeing 777 Freighters di Dubai Airshow 2021.

Bursa saham tertekan setelah pekan lalu inflasi AS dikabarkan melonjak ke level tertingginya dalam tiga dekade. Kepala Perencana Investasi Oppenheimer Asset Management John Stoltzfus menilai inflasi bakal melemah dalam waktu dekat.

"Pembalikan positif dari arus inflasi yang memukul ekonomi AS sekarang sepertinya akan muncul sebagai dampak stimulasi berlebihan terhadap ekonomi sementara efek pandemi telah memudar," tuturnya dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Investor akan memantau sejauh mana perkembangan belanja ritel konsumen. Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan sebanyak 4,4 juta pekerja telah meninggalkan pekerjaan mereka pada September. di sisi lain, penyerapan tenaga kerja baru mencapai 10 juta.

Indeks keyakinan konsumen November anjlok ke level terendah dalam 10 tahun menyusul kekhawatiran seputar inflasi. 

Indeks harga konsumen (IHK) AS dilaporkan melesat 6,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), atau lebih panas dari estimasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 5,9%. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak 1990. Secara bulanan, inflasi naik 0,9% atau di atas estimasi pasar sebesar 0,6%.

Pekan lalu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,6%, S&P 500 turun 0,3% sedangkan Nasdaq tertekan 0,7% menyusul kenaikan imbal hasil (yield) obligasi di tengah lonjakan inflasi dan proyeksi kenaikan suku bunga acuan tahun depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading