Tambah Modal, Bank Ganesha Bersiap Jadi Bank Digital

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
15 November 2021 14:34
bank ganesha

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) akan melaksanakan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/11/2021), jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 5.587.530.000 (5,59 miliar) saham dengan nilai nominal Rp 100/saham.

Jumlah tersebut setara dengan 50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Adapun harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian di dalam prospektus rights issue perseroan.


Pelaksanaan pendaftaran aksi korporasi ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang rencananya akan diselenggarakan pada 22 Desember 2021.

Dengan demikian, pelaksanaan PMHMETD sesuai ketentuan yang berlaku paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaksanaan RUPSLB, dengan memperhatikan peraturan perundangan pembatasan jangka waktu pemenuhan Modal Inti Minimum Bank yang berlaku.

Dana hasil rights issue tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan digunakan Bank Ganesha untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka pemenuhan modal minimum oleh regulator.

"Dan modal kerja pengembangan usaha perseroan melalui pemberian kredit, termasuk pemberian kredit dengan layanan digital," jelas manajemen Bank Ganesha dalam keterangannya, dikutip CNBC Indonesia, Senin (15/11).

Sebagaimana diketahui, pada akhir tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK mengharuskan bank untuk memiliki modal minimal Rp 2 triliun jika tak mau turun kasta menjadi BPR alias Bank Perkreditan Rakyat.

Untuk tahun depan, modal minimum mencapai Rp 3 triliun sebagaimana termaktub dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Menurut laporan keuangan perseroan, hingga akhir kuartal ketiga 2021, modal inti (tier 1) Bank Ganesha mencapai Rp 1,06 triliun.

Selanjutnya, bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) maksimum sebesar 50,00% dari persentase kepemilikan saham dalam Bank Ganesha.

Per 31 Oktober 2021, PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) menjadi pemegang saham pengendali Bank Ganesha dengan porsi mencapai 29,86%. Kemudian, UOB Kay Hian Pte Ltd menggenggam saham BGTG sebesar 12,42%. Sisanya, sebanyak 57,72% saham BGTG dipegang masyarakat.

Sang Induk Juga Rights Issue

Sebelumnya, induk perusahaan Bank Ganesha, GSMF telah menyampaikan untuk melakukan aksi korporasi rights issue.

Kamis bulan lalu (14/10), manajemen GSMF menyampaikan bahwa dana rights issue tersebut akan digunakan untuk meningkatkan investasi saham pada Bank Ganesha, entitas anak yang saat ini dimiliki oleh perseroan sebesar 29,86% dalam rangka memenuhi ketentuan modal inti minimum, baik melalui penyetoran saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus di BEI pertengahan Oktober lalu, GSMF berencana untuk menerbitkan sebanyak 7,45 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 165/unit. Artinya target pendanaan dalam rights issue ini sebesar Rp 1,23 triliun.

Perusahaan Hong Kong, Equity Global International Limited, selaku pemegang 67,76% saham GSMF juga telah menyatakan akan melaksanakan hak HMETD tersebut dan menjadi pembeli siaga (standby buyer) apabila terdapat sisa saham dalam rights issue, maksimal senilai Rp 1,1 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham BEBS-TGRA Cuan Gede, Lippo-Bank Ganesha Ambruk!


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading