Bukalapak Private Placement via MESOP Rp 4 T, Cek Jadwalnya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 November 2021 11:28
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), berencana menambah modal dengan skema tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Aksi korporasi ini dilakukan melalui program kepemilikan saham manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP) senilai Rp 3,96 triliun.

Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 3 tahun 2014, disebutkan Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan adalah program penawaran kepada karyawan untuk memiliki saham atau opsi yang mengandung hak untuk memperoleh saham, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Dalam pengumuman yang disampaikan manajemen Bukalapak, pelaksanaan MESOP akan dimulai pada 15 November 2021 sampai dengan 24 Desember 2021.

Jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 783 per saham, atau lebih rendah dari harga penawaran umum perdana saham perseroan yang sebelumnya Rp 850 per saham.

"Apabila terdapat hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan tahun 2021 maka dapat dilakukan pada jadwal periode pelaksanaan berikutnya," ungkap Corporate Secretary Bukalapak, Perdana A. Saputro, Selasa (9/11).

Program MESOP yang ditawarkan ini harganya lebih tinggi dari harga pasar Bukalapak bila mengacu pada pergerakan rata-rata harga saham perseroan di rentang Rp 670 sampai dengan Rp 690 per saham.

Harga ini juga di atas harga pasar saat ini, Selasa (9/11), pada sesi I, di level Rp 685/saham.

Sebagai informasi, mengacu laporan kinerja perusahaan sampai dengan 30 Juni 2021, perseroan membukukan kerugian bersih senilai Rp 766,24 miliar dengan arus kas minus Rp 750,86 miliar.

Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 863,62 miliar dengan total aset per 30 Juni 2021 mencapai Rp 4,04 triliun. Hal ini terdiri dari liabilitas Rp 1,03 triliun dan ekuitas Rp 3,01 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dear Investor Ritel! Asing Masuk, Saham Bukalapak Mencuat 5%


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading