Ramai-Ramai Konglomerat RI Bawa Perusahaan IPO, Ini Daftarnya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 November 2021 16:10
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal dalam negeri tahun ini kedatangan banyak emiten can calon emiten yang berasal dari konglomerasi besar di Indonesia.

Meski tidak diketahui alasannya para konglomerat ini melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) untuk usahanya adalah untuk mencari sumber pendanaan murah ketimbang menerbitkan surat utang atau kredit perbankan.

Tujuan IPO lainnya, menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah upaya perusahaan untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) sehingga bisa mendongkrak kapasitas perusahaan, terlebih ekspansi global.


Berikut deretan konglomerat yang melakukan IPO atas bisnisnya di BEI, yang dirangkum oleh TIm Riset CNBC Indonesia.

Hermanto Tanoko

Bisnis yang dilepas oleh pengusaha asal Surabaya ini adalah PT Caturkarda Depo Bangunan alias bisnis ritel bahan bangunan (Depo Bangunan). Perusahaan ini berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 1,024 miliar saham baru dan diperkirakan akan memperoleh dana sebesar Rp 436,22 miliar sampai dengan Rp 537,60 miliar.

Perusahaan ini berada di bawah Tancorp Abadi Nusantara, yang membawahi 8 subholding perusahaan, di mana Depo Bangunan hanya merupakah salah satu perusahaan di subholding Tanworld Networks.

Sebelumnya, terdapat dua anak usaha juga Tancorp tercatat telah melakukan IPO, yakni produsen air minum dalam kemasan merek Cleo, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) dan pengembang properti Tanrise Properti, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE).

Anggota holding lainnya termasuk juga produsen cat merek Avian.

Sebagai informasi, Caturkarda Depo Bangunan membuka gerai pertamanya pada 1996 di Kalimalang, Jakarta Timur. Hingga saat ini, perseroan memiliki 9 gerai dan 1 gerai di Jember yang akan melakukan soft opening dalam waktu dekat.

Tahun 2020 lalu, majalah Forbes mengestimasi kekayaan Hermanto Tanoko mencapai US$ 700 juta atau setara dengan Rp 10 triliun (kurs Rp 14.300/US$0 dan merupakan orang terkaya ke-39 di Indonesia.

Martua Sitorus

Taipan pertama adalah pengusaha yang mendirikan Wilmar, perusahaan pedagang minyak sawit terbesar di dunia, pada tahun 1991 bersama dengan Kuok Khoon Hong, yang saat ini juga tercatat sebagai seorang miliarder.

Forbes menaksir kekayaan Martua mencapai US$ 2,0 miliar atau setara dengan Rp 28,6 triliun.

Awal September lalu, Martua berhasil membawa perusahaan produsen semen merek Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) melantai di bursa. Cemindo Gemilang tercatat berhasil mendapatkan dana IPO Rp 1,17 triliun setelah melepas 1,72 miliar saham (10,04%) di harga Rp 680 per saham.

Anak The Ning King

Hungkang Sutedja, anak dari taipan The Ning King, telah berhasil melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan pengelola rumah sakit yakni PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada awal September tahun ini RSGK resmi melantai di bursa dan tercatat berhasil mendapatkan dana IPO Rp 319,82 miliar setelah melepas 185,94 juta saham (20%) di harga Rp 1.720 per saham.

Tidak lama berselang, taipan lain yakni bos Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK) Eddy Kusnadi Sariaatmadja melalui anak usaha Grup Emtek, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang mengelola Omni Hospitals, membeli 167.340.000 saham atau 18% saham RSGK di harga Rp 1.720/saham.

Saat ini, Medikatama masih menjadi pemegang saham pengendali perseroan. Pihak yang merupakan pemilik manfaat dari perseroan (ultimate beneficial owner) adalah Hungkang Sutedja, anak The Ning King taipan Indonesia yang punya banyak perusahaan yang berkutat di sektor tekstil, industri baja, properti, pertambangan, energi, dan pertanian di bawah bendera Agro Manunggal.

The Ning King juga masuk 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2017 versi Forbes dengan kekayaan bersih US$ 450 juta atau setara Rp 6,5 triliun.

Prajogo Pangestu

Konglomerat industri petrokimia RI yang ditaksir oleh Forbes memiliki kekayaan mencapai US$ 5,7 miliar dan merupakan orang terkaya keempat di Indonesia ini juga dikabarkan akan segera menawarkan salah satu perusahaannya kepada investor publik.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT), emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, berencana untuk melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Star Energy Geothermal melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal.

Wakil Presiden Direktur Barito Pacific Rudy Suparman mengungkapkan perusahaan tengah melakukan persiapan terkait dengan rencana ini. Kendati demikian tidak disebutkan lebih rinci kapan waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

"Arah dan harapannya akan ke sana [rencana IPO Star Energy]. Namun ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sehingga akan dijelaskan lebih lanjut mengenai hal ini," kata Rudy dalam paparan publik.

Untuk diketahui, Star Energy Geothermal memiliki kapasitas terpasang PLTP saat ini sebesar 875 Mega Watt (MW) atau menguasai 41% dari total kapasitas terpasang PLTP di Indonesia yang mencapai 2.130,7 MW hingga akhir 2020.



[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading