Kabar Baik OJK: Desember, Semua Bank Mini Komit Tambah Modal!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 November 2021 16:27
Ilustrasi Foto OJK

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan seluruh pemilik bank mini alias bank dengan modal inti (tier 1) di bawah Rp 2 triliun telah berkomitmen untuk memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan otoritas untuk memenuhi modal minimum Rp 2 triliun hingga akhir tahun ini.

Akhir 2021 ini memang OJK mengharuskan bank untuk memiliki modal minimal Rp 2 triliun jika tak mau turun kasta menjadi BPR alias Bank Perkreditan Rakyat.

Untuk tahun depan, modal minimal mencapai Rp 3 triliun sebagaimana termaktub dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.


Ketentuan peningkatan Modal Inti Minimum (MIM) ini dirilis OJK agar perbankan Tanah Air lebih relevan untuk peningkatan skala dan daya saing perbankan. Pasaknya, dalam aturan lama, modal inti minimum hanya Rp 100 miliar.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan hingga saat ini OJK masih menunggu realisasi dari perbankan ini untuk memenuhi ketentuan modalnya ini.

"Semua komitmen bisa penuhi modal Rp 2 triliun, tinggal nunggu realisasinya," kata Slamet dalam pesannya kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/11/2021).

Sesuai ketentuan POJK Nomor 12 itu, maka apabila modal inti minimum tersebut tak dapat dicapai oleh bank, maka bank tersebut berpotensi didegradasi oleh OJK menjadi BPR yang tentunya bisnisnya lebih terbatas dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Menurut catatan CNBC Indonesia, setidaknya masih terdapat 11 bank yang saat ini belum memenuhi ketentuan permodalan minimal ini, sebagai berikut:

NO

Emiten

Modal Inti (Q3-2021)

1

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

Rp 1,16 triliun

2

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)

Rp 1,05 triliun

3

PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA)

Rp 1,57 triliun

4

PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA)

Rp 1,60 triliun

5

PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)

Rp 1,42 triliun

6

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)

Rp 1,53 triliun

7

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

Rp 1,09 triliun

8

PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC)

Rp 1,12 triliun

9

PT Bank Maspion Tbk (BMAS)

Rp 1,21 triliun

10

PT BPD Banten Tbk (BEKS)

Rp 905,66 miliar

11

PT Bank Mayora

Rp 1,22 triliun

Sebetulnya, pada bulan lalu, Bank Banten baru menyelesaikan pelaksanaan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, melalui Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII).

Dalam rights issue yang dilaksanakan pada 14-21 Oktober ini, bank eks Bank Pundi ini berhasil meraup pendanaan publik hingga Rp 618 miliar dari 8 miliar saham baru yang terserap. Namun sayangnya investor strategis belum bisa masuk menyerap lantaran keterbatasan waktu.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menuturkan, capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan perseroan meskipun PT Banten Global Development (BGD) tidak berpartisipasi.

"Dana yang terhimpun pada PUT VII ini melampaui target yang dicanangkan di rencana bisnis bank (RBB) Bank Banten, yakni sebesar Rp 600 miliar. Perolehan dana publik pada PUT VII naik 92,8% dibanding perolehan dana pada PUT VI pada 4 Januari 2021 lalu," kata Agus, dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Sementara, sejumlah bank lainnya dalam proses melakukan konsolidasi baik lewat penerbitan saham baru alias rights issue hingga penjajakan investor strategis lewat private placement.

Misalnya Bank JTrust Indonesia tengah menggelar rights issue untuk menambah modal, lalu Bank Mayora yang tengah menjajaki investor strategis yang dikabarkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), atau PT Bank Fama International yang baru mendapatkan investor baru: Grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK: Aturan KBMI, Modal Inti Bank Tak Wajib Naik Jadi Rp 6 T


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading