Analisis

Anthoni Salim Getol Ekspansi, Cek Yuk Kinerja Saham-sahamnya!

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
04 November 2021 11:35
Anthoni Salim

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak awal tahun ini Grup Salim terus gencar melakukan ekspansi usaha, mulai masuk ke saham bank mini alias bank dengan modal inti di bawah Rp 3 triliun, sampai membeli saham emiten data center.

Dalam aksi borong sahamnya, Grup Salim masuk baik menggunakan kendaraan investasi perusahaan atau kepemilikan langsung oleh sang taipan, Anthoni Salim, generasi kedua keluarga Sudono Salim (Liem Sioe Liong).

Konglomerasi Grup Salim juga memiliki gurita bisnis di berbagai sektor mulai dari sektor konsumer, jasa keuangan, perkebunan hingga teknologi.


Sebagai salah satu konglomerasi usaha terbesar di Tanah Air, menarik untuk melihat bagaimana kinerja emiten yang bernaung dalam bendera Grup Salim.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan Rabu (3/11) kemarin, dari 11 emiten yang tergabung dalam Grup Salim, lima di antaranya ditutup di zona merah, empat emiten menguat dan dua lainnya stagnan.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (3/11/2021), saham emiten data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memimpin kenaikan sedangkan saham emiten produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan yang paling tertekan.

Adapun duo emiten kelapa sawit dan CPO milik Grup Salim tercatat mengalami nasib yang cukup berbeda, dengan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mampu menguat 0,35%, sedangkan induknya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang lebih mengurusi di bidang perdagangan malah turun 0,80%.

Emiten konsumer lain milik Grup Salim juga tercatat mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan kemarin dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan pengelola jaringan Indomaret, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), masing-masing mengalami pelemahan 0,40% dan 0,31%

Dalam tiga bulan terakhir mayoritas emiten Grup Salim mengalami penguatan, dengan hanya DCII dan emiten bank mini milik grup, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), yang harganya mengalami penyusutan masing-masing sebesar -18,98% dan -26,27%.

Sedangkan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang dalam tiga bulan terakhir sahamnya menguat 62,33%.

Secara total, 11 emiten yang tergabung dalam Grup Salim tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 380 triliun, dengan DCII, ICBP, INDF dan DNET merupakan empat yang terbesar.

Total Kapitasi Pasar Emiten Milik Grup SalimFoto: Feri Sandria
Total Kapitasi Pasar Emiten Milik Grup Salim

Berdasarkan estimasi Tim Riset CNBC Indonesia, dari 380 triliun total kapitalisasi pasar tersebut, yang dimiliki oleh Grup Salim diperkirakan mencapai Rp 160 triliun.

Akan tetapi karena porsi kepemilikan yang berbeda-beda di setiap perusahaan tersebut, kapitalisasi pasar Grup Salim paling besar berada di ICBP dan INDF.

Estimasi Kapitalisasi Pasar Grup SalimFoto: Feri Sandria
Estimasi Kapitalisasi Pasar Grup Salim

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham DCII Meroket 11.000%, Ini Rencana Bisnis Anthoni Salim


(fsd/fsd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading