Meski Penjualan Otomotif Naik, Pembiyaan Masih Terkontraksi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
02 November 2021 12:00
Pameran Otomotif IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi penyaluran pembiayaan sampai dengan akhir tahun ini akan terkontraksi sebesar -5%.

Ketua APPI, Suwandi mengatakan, secara tren piutang perusahaan pembiayaan menunjukkan tren perbaikan dari tahun sebelumnya yang tercatat minus -18%. Ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 akibat tergerusnya penjualan mobil dan motor hingga 50% tahun lalu.

"Kita masih tumbuh (tapi masih) minus 5% proyeksinya [piutang perusahaan pembiayan] tahun ini, karena tahun lalu kita turunnya dalam sekali 18%," kata Suwandi, kepada CNBC Indonesia, baru-baru ini.


Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat, piutang perusahaan pembiayaan melanjutkan tren perbaikan meskipun masih berada di zona kontraksi dengan tumbuh -7,0% yoy. Hal ini diikuti oleh membaiknya rasio pembiayaan bermasalah menjadi 3,85% pada September 2021.

Sementara itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 1,95 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Sebelumnya, Suwandi menjelaskan, pada April tahun ini, tren penjualan kendaraan khususnya roda empat sudah menunjukkan peningkatan permintaan sejalan dengan adanya sejumlah insentif pajak bagi kendaraan di bawah 1.500 cc.

Hal ini yang membuatnya optimis target penjualan kendaraan roda empat di tahun ini sebanyak 750 ribu unit berdasarkan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan proyeksi penjualan roda dua sebanyak 4,3 juta sampai dengan 4,4 juta bisa tercapai.

"Bila melihat tren kuartal I-2021, seharusna 750 ribu untuk kendaraan roda empat dan 4,4 juta untuk roda dua, bisa tercapai," kata Suwandi.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2020, industri pembiayaan mengalami tekanan yang besar di mana piutang pembiayaan turun lebih dari 17% akibat tergerusnya penjualan mobil dan motor hingga 50%.

Terpisah, OJK menargetkan industri keuangan non bank (IKNB bakal kembali bangkit. OJK memproyeksikan tahun ini piutang industri perusahaan pembiayaan tumbuh di kisaran 5% seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya konsumsi masyarakat, sehingga mengerek permintaan kredit baru di industri pembiayaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonom: Anggaran Terbatas, Diskon PPnBM Sulit Diperpanjang


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading