Sehari Harta Jerry Ng Melesat Rp 3 T, Duit Bos Djarum Susut!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 October 2021 14:30
Jerry Ng, CEO of Bank Tabungan Pensiunan Negara speaks in an interview in Jakarta May 11, 2011. Ng said the bank's loan growth was seen at over 25 percent this year, just over the industry average, but a slowdown from 48 percent growth last year as competition heats up. Picture taken May 11, 2011.  REUTERS/Enny Nuraheni  (INDONESIA - Tags: BUSINESS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah konglomerat Tanah Air mencatatkan penambahan pundi-pundi yang sangat fantastis dalam semalam. Tapi di sisi lain terjadi penurunan harta para taipan yang signifikan dalam sehari menurut data Real Time Billionaires Forbes.

Peringkat itu berdasarkan kekayaan bersih yang dimiliki oleh para konglomerat secara akumulasi dari seluruh bisnis yang dimiliki berdasarkan nilai kepemilikan saham.

Berdasarkan data Forbes, ada empat konglomerat yang hartanya naik signifikan sampai dengan Jumat ini (29/10/2021).


Pertama, Jerry Ng, bankir senior yang juga pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) ini kekayaannya melesat 4,58% atau bertambah US$ 183 juta setara Rp 2,61 triliun, sehingga, kekayaan bersih Jerry Ng menjadi Rp 59,85 triliun (US$ 4,2 miliar).

Selanjutnya, kedua, kekayaan bersih Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pendiri Grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK), juga meningkat 1,99% sebesar US$ 51 juta atau setara Rp 726,75 miliar dalam sehari, sehingga, Eddy mencatat total kekayaan bersih senilai Rp 37,05 triliun (US$ 2,6 miliar).

Ketiga, pundi-pundi kekayaan pendiri Grup Mayapada, Dato' Sri Tahir dan keluarga juga bertambah US$ 7 juta atau senilai Rp 99,75 miliar dalam sehari, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai Rp 48,45 triliun.

Sementara itu, keempat, kekayaan bersih pengusaha nasional yang juga pendiri CT Corp, Chairul Tanjung bertambah US$ 78 juta atau senilai Rp 1,11 triliun, sehingga, seluruh kekayaan bersih pemilik PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) ini mencapai US$ 4,2 miliar atau setara Rp 59,85 triliun.

Sementara itu, terdapat beberapa konglomerat yang hartanya menguap signifikan dalam sehari.

Pertama, harta duo Hartono, pemilik Grup Djarum yang turun 0,51%. Kekayaan Robert Budi Hartono turun sebesar US$ 112 juta atau sekitar Rp 1,59 triliun.

Sedangkan, sang kakak, Michael Bambang Hartono turun sebesar US$ 108 juta atau senilai Rp 1,53 triliun. Saat ini, total kekayaan bersih duo Hartono pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ini tercatat sebesar US$ 42,9 miliar atau setara Rp 611,32 triliun.

Sementara itu, kedua, kekayaan bersih pendiri perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Prajogo Pangestu berkurang sebesar US$ 179 juta atau turun 0,60%, sehingga, nilai kekayaan bersihnya menjadi Rp 85,50 triliun.

Ketiga, pengusaha petrokimia lainnya yang juga masuk daftar Billionaires Forbes, Sri Prakash Lohia, mencatatkan penurunan kekayaan bersih sebesar US$ 40 juta atau setara Rp 570 miliar.

Dengan demikian, penurunan ini berimbas pada berkurangnya kekayaan bersih Prakash sang pemilik Grup Indorama ini menjadi sebesar US$ 6,6 miliar atau setara Rp 94,05 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading