Kabar dari Negeri Panda Bikin IHSG Drop, Asing Masuk Rp 152 M

Market - Putra, CNBC Indonesia
27 October 2021 15:27
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,82% ke level 6.602,21 di akhir perdagangan Rabu (27/10/2021).

Secara sektoral, hampir semua indeks mengalami pelemahan kecuali indeks sektoral kesehatan dan material dasar.

Indeks sektoral keuangan yang bobotnya paling besar terhadap indeks juga ambles 1% seiring dengan anjloknya harga saham-saham bank kakap sehingga memicu penurunan IHSG.


Namun di tengah koreksi IHSG, asing terpantau masih melakukan aksi borong saham. Net buy asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp 151,56 miliar.

Meskipun ambles saham-saham bank kakap masih jadi buruan asing. Namun dua saham dengan net buy asing terbesar untuk hari ini adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masing-masing sebesar Rp 112,1 miliar dan Rp 102,3 miliar.

Sedangkan saham yang paling banyak dilepas asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan net sell masing-masing Rp 92,1 miliar dan Rp 41,9 miliar.

Kinerja IHSG yang ambles juga sejalan dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia. Indeks Nikkei melemah tipis 0,03%. Sementara itu indeks Hang Seng dan Shang Hai Composite drop masing-masing 1,6% dan 0,98%.

Dari China, sentimen negatif muncul setelah satu lagi perusahaan properti kesulitan membayar kewajibannya, menyusul Evergrande Group, Fantasia Holdings dan Sinic Holdings, yakni Modern Land.

Reuters mengabarkan bahwa emiten bursa Hong Kong tersebut telah melewatkan pembayaran kupon obligasi, menambah kekhawatiran tentang dampak yang lebih luas dari krisis utang di sektor properti China.

Pekan lalu Modern Land telah menyatakan akan menunda pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo Senin, 25 Oktober kemarin dan akan membayar sebagian darinya senilai US$ 250 juta atau setara dengan Rp 3,62 triliun dalam 3 bulan ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading