Erdogan vs Everybody! Kurs Lira Turki Bakalan Makin Terpuruk?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 October 2021 17:00
Recep Tayyip Erdogan. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar lira Turki sedang terpuruk belakangan bahkan mencapai rekor terlemah sepanjang sejarah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan lira pada pekan depan berisiko semakin terpuruk merespons langkah yang diambil Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang mengusir 10 duta besar negara-negara barat, termasuk AS.

"Saya memerintahkan kepada Menteri Luar Negeri dan mengatakan apa yang harus dilakukan: 10 duta besar ini harus dinyatakan persona non grata (tidak diinginkan). Anda akan segera menyelesaikannya," kata Erdogan dalam pidatonya di kota barat laut Turki, Eskisehir, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (24/10).

Selain AS, sembilan duta besar lainnya, yakni dari Kanada, Denmark, Prancis, German, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Selandia Baru.


"Mereka akan tahu dan mengerti Turki. Ketika mereka tidak tahu dan mengerti mengenai Turki, mereka akan pergi," katanya yang disambut sorak-sorai penonton.

Akar permasalahannya yakni seluruh duta besar tersebut pada 18 Oktober memberikan pernyataan bersama meminta Turki melepaskan Osman Kavala.

Kavala disebut sebagai seorang filantropis yang sudah ditahan selama empat tahun. Ia dituduh mendanai aksi demo besar pada tahun 2013, serta terlibat dalam kudeta yang gagal pada tahun 2016. Kavala sudah membantah semua keterlibatan tersebut.

Langkah Erdogan mengusir 10 duta besar tersebut akan menjadi keretakan terdalam dengan negara-negara Barat selama 19 tahun berkuasa.

Hal itu tentunya memperburuk kondisi kurs lira Turki yang pada, Jumat (22/10/2021), menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah 9,6581/US$. Sepanjang tahun ini, lira sudah ambrol nyaris 29%.

Terpuruknya kurs lira terjadi setelah gubernur Bank Sentral Turki (TCMB) Naci Agbal dipecat oleh Erdogan tanpa alasan pada Maret lalu. Pasar melihat pemecatan tersebut dilakukan akibat Agbal yang agresif menaikkan suku bunga. Agbal hanya menjabat selama empat bulan saja, dan selama periode tersebut suku bunga dinaikkan sebanyak 875 basis poin menjadi 19%.

Bukan pertama kalinya Erdogan mengutak-atik posisi strategis di TCMB. Sejak 2019, Erdogan sudah tiga kali memecat Gubernur TCMB. Ketika gubernur berseberangan dengan pandangannya, maka hampir pasti akan kehilangan jabatannya. Hal ini membuat independensi bank sentral Turki selalu dipertanyakan oleh pelaku pasar. 

Erdogan kemudian menunjuk Sahap Kavcioglu sebagai gubernur TCMB. Ia punya latar belakang bankir dan anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AK Parti) yang dipimpin oleh Erdogan. Seperti halnya Erdogan, Kavcioglu punya pandangan yang serupa yaitu suku bunga tinggi adalah 'biangnya setan'.

Alhasil, semenjak menjabat Kavcioglu agresif menurunkan suku bunga meski inflasi sangat tinggi. Terbaru, pada Kamis lalu TCMB memangkas suku bunga sebesar 200 basis poin menjadi 16%, sementara inflasi di Turki saat ini di kisaran 19%. Alhasil kurs lira terus terpuruk.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading