Dow Futures Naik Tipis, Saham Teknologi Dalam Tekanan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
22 October 2021 20:07
FILE - In this Oct. 14, 2020 file photo, the American Flag hangs outside the New York Stock Exchange in New York.Stocks were posting strong gains in early trading Thursday, May 13, 2021, following three days of losses and the biggest one-day drop in the S&P 500 since February.  (AP Photo/Frank Franklin II, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) cenderung flat pada perdagangan Jumat (21/10/2021), setelah indeks acuan bursa menyentuh rekor tertingginya.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik hanya 46 poin dari nilai wajarnya, Kontrak serupa indeks S&P 500 flat, sedangkan melemah 0,2% menyusul buruknya kinerja keuangan dua emiten sektor teknologi.

Saham Intel anjlok lebih dari 9% di sesi pra-pembukaan menyusul penjualan yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Pemicunya adalah kelangkaan pasokan chip. Saham Snap anjlok lebih dari 20% setelah melaporkan penurunan bisnis periklanan terkait dengan perubahan kebijakan Apple. Saham Facebook dan Twitter menyusul dengan koreksi lebih dari 3%.


Secara umum, kinerja emiten unggulan AS masih kuat. Menurut Refinitiv, 84% perusahaan yang sudah merilis kinerja keuangannya mencetak laba bersih di atas estimasi pasar per kuartal III-2021. Rata-rata pertumbuhan laba bersih mereka sebesar 33,7%.

Pada Kamis, indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi yang baru, dengan reli 0,3% atau kenaikan harian yang ketujuh hari secara beruntun. Indeks Nasdaq naik 0,6%, sedangkan Dow Jones melemah 0,02%. Sepanjang bulan berjalan, ketiganya menguat setidaknya 5%.

"Di kuartal yang semula kita duga akan melambat dan ada keprihatinan mengenai margin laba bersih akan seperti apa, perusahaan-perusahaan tersebut masih mencetak kinerja baik," tutur Victoria Fernandez, Kepala Perencana Pasar Crossmark Global Investments, seperti dikutip CNBC International.

Departemen Tenaga kerja AS kemarin melaporkan adanya 290.000 klaim tunjangan pengangguran baru per pekan lalu, atau membaik dari angka sepekan sebelumnya sebanyak 296.000. Polling ekonom dalam survei Dow Jones tadinya memperkirakan angka 300.000.

Dari China, Evergrande mengumumkan akan membayar kupon obligasi dalam dolar Amerika Serikat (AS), sehingga menepis kekhawatiran bahwa perseroan akan mengajukan pailit.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dow Futures Tertekan Jelang RIlis Data Pengangguran Mingguan


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading