Waduh! Mirae Asset Sarankan Jual Saham Unilever, Kenapa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 October 2021 11:40
The logo of the Unilever group is seen at the Miko factory in Saint-Dizier, France, May 4, 2016. REUTERS/Philippe Wojazer/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, broker dengan nilai transaksi harian terbesar saat ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), merekomendasikan jual untuk saham emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga di level Rp 4.300 per saham.

Dalam publikasi riset yang ditulis analis Mirae Asset, Mimi Halimin, per 22 Oktober, rekomendasi jual tersebut didasarkan pada realisasi kinerja perseroan sampai dengan kuartal ketiga tahun ini.

Tercatat, pendapatan UNVR pada kuartal ketiga tahun ini turun 7,8% secara tahunan dan 0,4% secara kuartalan menjadi Rp 9,9 triliun dengan pendapatan kumulatif selama 9 bulan pertama tahun ini turun sekitar 7,5% secara tahunan menjadi hanya Rp 30,0 triliun.


Riset Mirae Asset 22 Oktober 2021Foto: Riset Mirae Asset 22 Oktober 2021
Riset Mirae Asset 22 Oktober 2021

"Hal ini sejalan dengan perkiraan kami mengenai pendapatan sepanjang tahun 2021 Unilever di kisaran 75,3% run rate, tapi di bawah konsensus pada 72,5% run rate," kata Mimi dalam risetnya, dikutip Jumat (22/10/2021).

"Dengan perkiraan laba bersih FY21 kami saat ini, UNVR saat ini diperdagangkan pada 30,4x Price Earnings [PE] per harga penutupan 21 Oktober, yang menurut kami masih demanding [banyak catatan/syarat]. Kami mempertahankan rekomendasi sell [jual] kami di UNVR dengan target harga Rp 4.300."

Menurut riset Mirae Asset, divisi Home and Personal Care (HPC) UNVR masih menghadapi masa-masa sulit selama kuartal ini, di mana penjualan kuartal ketiga tahun ini turun 14,6% atau minus 1,1% secara kuartalan.

Sementara itu, divisi Foods & Refreshments (F&R) mencatatkan penjualan yang masih meningkat 0,9% secara kuartalan atau 9,8% secara tahunan.

"Kami yakini sebagian disebabkan oleh low-base effect, perlu dicatat, penjualan F&R selama 3Q20 UNVR adalah -11,2% YoY saat itu," tulis Mimi lebih lanjut.

Secara keseluruhan, meskipun kinerja divisi F&R lebih baik selama kuartal ini, Mirae Asset melihat kinerja HPC dengan kontribusi 66,8% terhadap pendapatan sampai dengan September ini masih akan menantang.

"Pembatasan aktivitas yang lebih santai tampaknya memberikan sentimen positif pada kisah pemulihan UNVR, tetapi itu akan datang dengan langkah bertahap," katanya.

Mirae Asset memprediksi pendapatan UNVR tahun ini bisa Rp 39,89 triliun dan laba bersih Rp 6,27 triliun.

Tahun lalu, laba UNVR turun 3,11% menjadi Rp 7,16 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun, sementara penjualan bersih UNVR di 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, naik 0,12% dari 2019 yakni Rp 42,92 triliun.

Di pasar modal Tanah Air, saham UNVR pada siang ini terpantau melemah 3% ke level Rp 4.840 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 184,65 triliun.

Sebelumnya, pada Jumat pagi ini, UNVR melaporkan kinerja per September 2021. Perseroan membukukan laba bersih selama periode 9 bulan pertama tahun ini sebesar Rp 4,37 triliun.

Perolehan tersebut tercatat mengalami penurunan 19,31% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,43 triliun. Penurunan ini menyebabkan laba per saham dasar UNVR merosot menjadi Rp 115 per saham dari September tahun lalu Rp 143 per saham.

Pada Januari ampai dengan September 2021, perseroan mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 30,02 triliun atau turun 7,47% dari tahun sebelumnya Rp 32,45 triliun.

Rinciannya, penjualan di dalam negeri memberi andil pendapatan sebesar Rp 19,23 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp 22,09 triliun. Sedangkan, penjualan ekspor per September 2021 tercatat sebesar Rp 819,46 miliar dari tahun lalu Rp 955,79 miliar.

Perseroan mencatat, harga pokok penjualan per September 2021 turun menjadi Rp 14,93 triliun dari sebelumnya Rp 15,58 triliun. Sehingga, laba bruto UNVR menjadi Rp 15,09 triliun, masih lebih rendah dari tahun lalu Rp 16,87 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading