Cuan Gokil 11 Saham LQ45, Diam-diam Bisa Bikin Tajir

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
22 October 2021 08:40
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah dan 'jalan di tempat' pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini, kini terlihat kembali melaju kencang di kuartal keempat tahun ini. Hingga perdagangan tengah hari Kamis (21/8), IHSG tercatat melonjak 8,25% dalam sebulan terakhir.

Kondisi ini mirip dengan apa yang terjadi sepanjang tahun lalu, yang mana selama tiga bulan terakhir 2020 IHSG tercatat menguat hingga 22,77%.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 14.11 WIB IHSG terkoreksi 0,23% ke posisi 6.620, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,21 triliun dan volume perdagangan mencapai 23,86 miliar saham.


Dalam sebulan terakhir Secara sektoral, indeks energi, properti dan consumer cyclical menjadi pendorong utama penguatan IHSG dengan apresiasi masing-masing sebesar 26,43%, 7,97% dan 6,16%.

Sementara itu kinerja saham LQ45 dalam sebulan terakhir cukup impresif, yakni tumbuh dua digit mengungguli IHSG dan hanya kalah dari pertumbuhan saham di sektor energi yang diuntungkan oleh krisis energi yang dirasakan secara global saat ini. Tercatat LQ45 tumbuh 11,85% dalam sebulan.

LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Indeks LQ45 terdiri atas 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria lain yang telah ditentukan.

Hingga penutupan perdagangan sesi I Kamis (21/10), berikut adalah 11 emiten indeks LQ45 dengan kinerja terbaik dalam sebulan terakhir

  1. Bank Negara Indonesia (BBNI), saham +42,72%, ke Rp 7.350, transaksi Rp 7,0 triliun
  2. Perusahaan Gas Negara (PGAS), saham +38,01%, ke Rp 1.526, transaksi Rp 7,1 triliun
  3. Adaro Energy (ADRO), +25,36%, ke Rp 1.755, transaksi Rp 8,4 triliun
  4. Unilever Indonesia (UNVR), saham +23,51%, ke Rp 4.990, transaksi Rp 5,2 triliun
  5. Bank rakyat Indonesia (BBRI), saham +21,88%, ke Rp 4.360, transaksi Rp 23,7 triliun
  6. Merdeka Copper Gold (MDKA), saham +20,96%, ke Rp 3.290, transaksi Rp 4,5 triliun
  7. Bank Mandiri (BMRI), +18,93%, ke Rp 7.225, transaksi Rp 7,7 triliun
  8. Astra Internasional (ASII), saham +17,54%, ke Rp 6.200, transaksi Rp 7,6 triliun
  9. Bukit Asam (PTBA), saham +15,32%, ke Rp 2.710, transaksi Rp 3,7 triliun
  10. Timah (TINS), +12,87%, ke Rp 1.710, transaksi Rp 2,3 triliun
  11. Aneka Tambang (ANTM), saham +9,40%, ke Rp 2.560, transaksi Rp 7,5 triliun

Mengacu pada data di atas, terdapat 3 saham sektor energi dengan dua emiten berasal dari subsektor bisnis batu bara (ADRO dan PTBA), sedangkan satunya lagi (PGAS) berada di posisi kedua saham LQ45 paling 'cuan' dalam 30 hari belakangan. Ketiga saham tersebut adalah ITMG, ADRO, UNTR. Selain itu, saham sektor energi lainnya, yakni emiten migas milik Keluarga Panigoro MEDC.

Tiga emiten perbankan pelat merah (BBNI,BBRI,BMRI) juga tercatat tumbuh lebih dari 18% dalam sebulan terakhir, dengan BBRI membukukan nilai transaksi terbesar yakni mencapai Rp 23,7 triliun.

Selain itu terdapat pula tiga emiten pertambangan logam, yakni Timah, Aneka Tambang dan Merdeka Copper Gold.


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading