Waspada! Setelah Cetak Rekor, Harga Bitcoin Mulai Goyang

Market - chd, CNBC Indonesia
22 October 2021 09:37
Ilustrasi Bitcoin (Photo by Executium on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar bergerak melemah pada perdagangan Jumat (22/10/2021) pagi waktu Indonesia, setelah sehari sebelumnya sempat menguat.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, dari kedelapan kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) non-stablecoin, hanya koin digital solana yang masih mampu menguat pada pagi hari ini.

Solana meroket 10,61% ke level harga US$ 201,82/koin atau setara dengan Rp 2.845.662/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.100/US$).


Sementara sisanya diperdagangkan di zona pelemahan pada pagi hari ini. Bitcoin ambles 3,25% ke level harga US$ 62.628,15/koin atau Rp 883.056.915/koin, ethereum melemah 1,7% ke level US$ 4.103,63/koin (Rp 57.861.183/koin).

Berikutnya binance coin ambruk 4,81% ke US$ 476,5/koin (Rp 6.718.650/koin), cardano merosot 3,12% ke US$ 2,16/koin (Rp 30.456/koin), ripple terkoreksi 3,36% ke US$ 1,1/koin (Rp 15.510/koin), polkadot terpangkas 1,71% ke US$ 43,49/koin (Rp 613.209/koin), dan dogecoin terdepresiasi ke US$ 0,2445/koin (Rp 3.447/koin).

Kripto

Bitcoin terpantau ambles pada pagi hari ini, setelah koin digital berkapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun tersebut mencapai harga tertinggi barunya sepanjang masa di kisaran level US$67.000.

Rekor tertinggi baru bitcoin tercipta pada Rabu (20/10/2021), setelah ProShares, perusahaan yang berfokus pada Bitcoin Strategy Exchange-Traded Fund (ETF) mulai diperdagangkan di bursa saham New York pada pekan ini.

Peluncuran ETF bitcoin tersebut menghasilkan sebesar US$ 570 juta aset dan mendapatkan sebesar US$ 1 miliar volume perdagangan selama hari pertama, salah satu peluncuran ETF paling sukses sepanjang masa.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa penurunan harga bitcoin yang mulai terjadi pada Kamis (21/10/2021) kemarin tampak lebih seperti koreksi jangka pendek, bukan seperti koreksi pada Mei hingga Juli lalu

Awal pekan ini, analis mengatakan bahwa mereka masih melihat indikator bullish dalam grafik bitcoin. Mereka masih memprediksi bitcoin bakal menyentuh level US$ 80.000, US$ 86.000, bahkan US$ 100.000.

"Pemegang jangka panjang tampaknya belum menjual, jadi ini kemungkinan hanya koreksi jangka pendek," kata Lucas Outumuro, kepala penelitian IntoTheBlock, dikutip dari CoinDesk.

Sementara menurut Laurent Kssis, direktur CEC Capital, setelah empat hari reli yang solid, saatnya bitcoin untuk rehat sejenak sebelum bitcoin kembali melanjutkan penguatannya yang cenderung lebih kuat.

"Pasar tetap bullish secara keseluruhan," kata Kssis, dilansir dari CoinDesk.

Di lain sisi, menurut Nikolaos Panigirtzoglou, Ahli strategi JPMorgan dalam laporan risetnya mengatakan bahwa telah terjadi pergeseran dari ETF emas menjadi ETF bitcoin sejak September lalu, dan kini bitcoin sudah memiliki driver bagi investor untuk mendapatkan eksposur bitcoin.

JPMorgan pun melihat adanya pergeseran arus masuk investor di bitcoin dalam beberapa hari terakhir dan membuat tren bitcoin masih akan bullish hingga akhir tahun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading