Kuartal III-2021

Banyak Orang Beli Rumah, KPR Subsidi BTN Tembus Rp 130 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 October 2021 19:59
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 270,27 triliun pada periode Januari sampai dengan September 2021 atau 9 bulan tahun ini.

Penyaluran kredit dan pembiayaan itu naik sebesar 6,03% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 254,91 triliun.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,74% yoy menjadi Rp 129,98 triliun.


Kenaikan penyaluran KPR subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%. Sementara itu, penyaluran kredit di segmen KPR non subsidi naik 2,11% secara tahunan menjadi Rp 81,88 triliun.

"Dari pertumbuhan kredit tersebut didorong KPR subsidi, kami penuhi dengan penyaluran KPR subsidi tumbuh 11,74%," kata Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, dalam konferensi pers kinerja Q3-2021, Kamis (21/10/2021).

Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga tercatat tumbuh sebesar 21,28% yoy menjadi Rp 5,79 triliun dan 89,77% yoy menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021.

Dari sisi kualitas kredit, Non-Performing Loan (NPL) gross Bank BTN turun menjadi 3,94% dari 4,56% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski NPL berhasil ditekan, namun perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 1.410 bps yoy menjadi 125,46% pada akhir September tahun ini dari 111,36% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Haru menambahkan, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan berhasil meningkatkan komposisi dana murah (Current Account and Savings Account/CASA).

Dari total DPK (dana pihak ketiga) yang mengalami kenaikan 6,56% yoy menjadi Rp291,26 triliun per September 2021, komposisi dana murah mengalami peningkatan menjadi 41,53% dari 36,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, giro dan tabungan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing 16,81% dan 24,55% yoy.

"Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat perseroan berhasil menekan turun cost of fund sebesar 170 bps secara tahunan dari 4.98% menjadi 3.28% di September 2021," katanya.

Membaiknya intermedia itu turut berimbas pada perolehan laba bersih perseroan September ini yang tumbuh 35,32% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,12 triliun.

Selain itu, kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut mendongkrak aset BTN sebesar 3,10% menjadi Rp 368,05 triliun per 30 September 2021.

"Kinerja positif yang diraih Bank BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder terutama Pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan sektor properti," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading