Bersiap IPO, Modal Bank Digital BCA Tembus Rp 4 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 October 2021 16:57
Presiden Direktur. BCA, Jahja Setiaatmadja (ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyuntikkan tambahan modal senilai Rp 2,7 triliun kepada anak usahanya, PT Bank Digital BCA (eks Bank Royal) pada September 2021, sehingga saat ini modal bank yang baru diresmikan pada Juli lalu sebesar Rp 4 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan dengan penambahan modal ini diharapkan bank ini bisa berinovasi untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah serta memperluas ekosistem digital yang dimiliki.

"Pada bulan September 2021, BCA meningkatkan modal anak perusahaan Bank Digital BCA sebesar Rp 2,7 triliun menjadi Rp 4 triliun," kata Jahja dalam press conference kinerja BCA September 2021, Kamis (20/10/2021).


Dia menjelaskan, pertumbuhan bank digital ini cukup pesat meski belum lama diresmikan, baik dari sisi akuisisi rekening hingga pengumpulan dana.

Terbaru, bank ini disebut telah berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 800 miliar dengan 100 ribu transaksi per hari.

"Ini yang penting, bukan number account, buat apa account banyak tapi ga ada transaksi. Dan kita happy sekali dengan performa digital ini dan produknya milenial banget dan perkembangan ini tunjukkan tanda fakta," lanjut dia.

Dengan perkembangan ini semakin memantapkan langkah BCA untuk melepas anak usahanya ini ke publik melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

"Saya katakan kalau IPO ya akan kumpulkan duku fakta yang sudah dicapai bank digital kita," imbuhnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Jahja mengungkapkan persiapan IPO ini dilakukan secara matang agar Bank Digital BCA nantinya diminati investor.

"Kalau kita mau menyajikan sesuatu, harus yang bermutu, berkualitas baik. Oleh sebab itu kita mempersiapkan. Kalau mau cepet IPO sih sebenarnya bisa, tetapi untuk Bank BCA Digital ini kita persiapkan secara matang 1 tahun ke depan," ungkapnya, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

Persiapan yang dilakukan tersebut cukup kompleks, antara lain mulai dengan penerapan teknologi digital, produk yang ditawarkan, hingga merekrut sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang IT, termasuk menggandeng beberapa merchant untuk bekerjasama dalam ekosistem Bank Digital BCA.

Jahja menuturkan, IPO Bank Digital BCA menjadi prioritas dibanding anak usaha lainnya seperti asuransi maupun leasing atau perusahaan multifinance (PT BCA Finance), karena saat ini adalah momentum yang tepat bagi bank digital.

Bank Digital BCA adalah hasil transformasi dari PT Bank Royal Indonesia. BCA mengambilalih saham Bank Royal pada November 2019. Nilai pengambilalihan yang dilakukan adalah sebesar Rp 988.046.957.182.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kantongi 25.000 Nasabah Platform blu, BCA Digital Bidik IPO!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading