Erick Thohir Pamer Kinerja BUMN Tahun Ini Lebih Moncer

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2021 16:10
Menteri BUMN Erick Thohir (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan perusahaan pelat merah sukses memperbaiki kinerja dengan cepat kendati pandemi masih terjadi.

Hal ini tercermin dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan selama periode semester I tahun ini. Juga dicerminkan dari laba bersih yang positif pada semester I-2021 yang mencapai Rp 26 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya laba bersih BUMN hanya mencapai Rp 6 triliun.

"Kalau kita bicara revenue, penjualan naik Rp 96 triliun. Kita punya net income tahun kemarin semester I itu Rp 6 triliun, kumulatif satu tahun Rp 13 triliun. Tahun ini semester I sudah Rp 26 triliun," kata Erick dalam Grand Launching Produk Pangan dan Non Pangan BUMN secara virtual, Selasa (19/10/2021).


Dia menyebutkan, capaian ini bisa diraih oleh BUMN berkat upaya transformasi yang sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir, dibarengi dengan efisiensi keuangan yang terus dilakukan sepanjang pandemi.

Selain dari sisi keuangan, Erick menyebut transformasi sumber daya manusia (human capital) juga terus dilakukan di tubuh BUMN.

Sejak menjabat sebagai menteri, Erick memang tengah mendorong BUMN agar bisa menjalankan bisnisnya sesuai dengan fokus bisnisnya masing-masing. Hal ini dilakukan salah satunya agar BUMN bisa berkontribusi positif kepada pendapatan negara, salah satunya melalui dividen.

Selama pandemi ini, dia berkali-kali menyebut bahwa 90% BUMN terkena dampak negatif dari pandemi sehingga tak besar nilai dividen yang bisa diberikan. Namun kali ini dia menargetkan agar perusahaan pelat merah bisa menyetorkan dividen dari laba bersih perusahaan BUMN lebih besar mulai tahun depan.

Setidaknya nilai dividen yang bisa disetorkan ini kembali ke nilai setoran sebelum pandemi sebesar Rp 43 triliun.

"Dividen yang kita diharapkan di tahun depan diusahakan balik pada saat sebelum Covid, yang waktu itu kalau tidak salah Rp 43 triliun," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9/2021).

Adapun setoran dividen BUMN dari kinerja tahun lalu hanya mencapai Rp 26 triliun, padahal sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 43 triliun.

Dalam kesempatan sebelumnya, Erick menyampaikan bahwa target setoran dividen atas laba bersih perusahaan BUMN tahun ini (atas laba 2020) adalah sebesar Rp 30 triliun - Rp 35 triliun.

Jumlah target setoran dividen ini turun dari target semula Rp 40 triliun seiring dengan dampak pandemi yang membuat kondisi BUMN banyak yang merana dan mengalami penurunan kinerja. Untuk dividen tahun lalu atas laba 2019, Erick menyampaikan jumlahnya sebesar Rp 43 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading