Bitcoin Naik Kencang, Awas FOMO & Bikin Anda Jatuh Miskin

Market - chd, CNBC Indonesia
18 October 2021 13:45
Ilustrasi Bitcoin  (Photo by Executium on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto berkapitalisasi pasar terbesar yakni bitcoin sukses menyentuh kisaran level US$ 62.000 pada pagi hari ini, setelah pada akhir pekan lalu berhasil menembus kisaran level US$ 60.000.

Tinggal sedikit lagi, bitcoin akan menyentuh level all time high-nya yang pernah tercipta pada April lalu, yakni di kisaran US$ 64.000.

Bahkan, kapitalisasi pasar bitcoin terus meningkat. Kini, kapitalisasi pasar bitcoin sudah mencapai Rp 1,17 triliun.


Faktor pendorong masih positifnya bitcoin pada pagi hari ini adalah karena investor menanti kabar dari persetujuan exchange traded fund (ETF) dalam bentuk bitcoin pada pekan ini.

Pada pekan ini, regulator Amerika Serikat (AS) berencana mengizinkan pembentukan aset digital berupa kontrak berjangka untuk ETF atau jenis reksa dana yang dapat diperdagangkan di bursa yang menggunakan underlying bitcoin.

Melansir Bloomberg, regulator dalam hal ini Securities Exchange Commission (SEC), OJK-nya AS, bakal memperbolehkan ETF Bitcoin itu untuk diperdagangkan pekan ini.

Adanya aturan di negeri Joe Biden ini semakin membuka jalan bagi investor maupun trader menjadi lebih tenang dalam memegang aset digital berkapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun ini.

Beberapa fund manager global seperti VanEck Bitcoin Trust, ProShares, Invesco, Valkyrie dan Galaxy Digital Funds, telah mengajukan permohonan izin untuk meluncurkan ETF berbasis Bitcoin di AS.

Reuters melaporkan, Nasdaq pada Jumat (15/10/2021) pekan lalu telah menyetujui daftar ETF Bitcoin Valkyrie.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya regulator tampaknya siap untuk memberikan lampu hijau beberapa pengajuan yang akan membuka pintu ke akses yang lebih luas ke cryptocurrency untuk investor ritel dan institusi.

Apabila SEC benar-benar memberikan izin untuk aset digital yang satu ini dapat diperdagangkan, maka AS akan menambah daftar negara yang secara resmi mengakui bitcoin sebagai salah satu alternatif aset investasi.

Minat terhadap aset digital berupa cryptocurrency yang menjamur membuat negara-negara seperti Kanada dan bahkan Eropa mulai meluncurkan ETF berbasis cryptocurrency.

Di lain sisi, beberapa analis memperkirakan bitcoin bisa tembus ke kisaran harga US$ 45.000. Paul Spirgel, Analis Reuters memperkirakan harga bitcoin bisa menuju level resistance kisaran US$ 45.200-46.500, jika dilihat dari analisis teknikalnya.

Bahkan ada peluang harga menuju US$ 49.000. Jika titik itu tertembus, maka bukan tidak mungkin harga bitcoin bisa menembus US$ 50.000 yang jika dirupiahkan menjadi Rp 715,75 juta.

Waspada! Koreksi Masih Mengintai Bitcoin
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading