Lari Kencang & Bangkit, Harga Bitcoin Tembus US$ 62.000

Market - chd, CNBC Indonesia
18 October 2021 10:25
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar kembali menghijau pada perdagangan Senin (18/10/2021) pagi waktu Indonesia, karena investor masih menanti dimulainya perdagangan perdana ETF bitcoin pada pekan ini.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:05 WIB, dari kedelapan kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) non-stablecoin, hanya cardano dan ripple yang mulai terkoreksi pada pagi hari ini.

Cardano melemah 0,84% ke level harga US$ 2,16/koin atau setara dengan Rp 30.391/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.070/US$) dan ripple merosot 2,76% ke level US$ 1,1/koin atau Rp 15.477/koin.


Sedangkan sisanya melanjutkan penguatannya pada pagi hari ini. Bitcoin melesat 1,89% ke level harga US$ 62.201,97/koin atau Rp 875.181.718/koin, ethereum menguat 0,82% ke level US$ 3.877,24/koin (Rp 54.552.767/koin), binance coin bertambah 1,84% ke US$ 473,28/koin (Rp 6.659.050/koin).

Selanjutnya solana melompat 1,78% ke US$ 161,96/koin (Rp 2.278.777/koin), polkadot terdongkrak 1,92% ke US$ 43,01/koin (Rp 605.151/koin), dan dogecoin terapresiasi 0,88% ke US$ 0,2393/koin (Rp 3.367/koin).

Kripto

Dalam sepekan terakhir, mayoritas kripto mengalami penguatan akibat optimisme investor di kripto dalam sekitar dua pekan terakhir.

Hanya koin digital cardano, ripple, dan dua koin berjenis stablecoin yakni tether dan USD coin yang terpantau terkoreksi sepekan terakhir.

Dari kripto yang masih mencatatkan kinerja positifnya dalam sepekan terakhir, koin digital polkadot memimpin penguatan dengan meroket hingga 23%. Sedangkan dari penguatan paling minor dibukukan oleh kripto dogecoin yang melesat 2,73%.

Bitcoin akhirnya berhasil menyentuh kembali level psikologisnya di US$ 62.000 pada pagi hari ini, di mana bitcoin sudah berhasil menyentuh kisaran level US$ 60.000 pada akhir pekan lalu.

Sedikit lagi, jika tidak ada halangan, bitcoin dapat menembus level tertinggi sepanjang masanya yang pernah tercipta pada April lalu, yakni di kisaran level US$ 64.000.

Pada hari ini, investor kripto cenderung masih optimis, karena mereka menanti sentimen dari persetujuan exchange traded fund (ETF) dalam bentuk bitcoin pada pekan ini.

Pada pekan ini, regulator Amerika Serikat (AS) berencana mengizinkan pembentukan aset digital berupa kontrak berjangka untuk ETF atau jenis reksa dana yang dapat diperdagangkan di bursa yang menggunakan underlying bitcoin.

Melansir Bloomberg, regulator dalam hal ini Securities Exchange Commission (SEC), OJK-nya AS, bakal memperbolehkan ETF Bitcoin itu untuk diperdagangkan pekan ini.

Adanya aturan di negeri Joe Biden ini semakin membuka jalan bagi investor maupun trader menjadi lebih tenang dalam memegang aset digital berkapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun ini.

Beberapa fund manager global seperti VanEck Bitcoin Trust, ProShares, Invesco, Valkyrie dan Galaxy Digital Funds, telah mengajukan permohonan izin untuk meluncurkan ETF berbasis Bitcoin di AS.

Reuters melaporkan, Nasdaq pada Jumat (15/10/2021) pekan lalu telah menyetujui daftar ETF Bitcoin Valkyrie.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya regulator tampaknya siap untuk memberikan lampu hijau beberapa pengajuan yang akan membuka pintu ke akses yang lebih luas ke cryptocurrency untuk investor ritel dan institusi.

Apabila SEC benar-benar memberikan izin untuk aset digital yang satu ini dapat diperdagangkan, maka AS akan menambah daftar negara yang secara resmi mengakui bitcoin sebagai salah satu alternatif aset investasi.

Minat terhadap aset digital berupa cryptocurrency yang menjamur membuat negara-negara seperti Kanada dan bahkan Eropa mulai meluncurkan ETF berbasis cryptocurrency.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading