Jurus Widodo Makmur Dukung Stabilitas Harga Daging Nasional

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
18 October 2021 10:42
Founder & CEO Widodo Makmur Perkasa Group, Tumiyana

Jakarta, CNBC Indonesia - Widodo Makmur Perkasa Group (WMP) menargetkan mencapai utilisasi sebesar 90% pada 2022. Hal ini merupakan salah satu Langkah WMP untuk menjaga stabilitas harga daging sehingga konsumsi daging nasional bisa meningkat, dan menjadi strategi perusahaan dalam menggenjot pertumbuhan Perusahaan.

Founder & CEO WMP Tumiyana menjelaskan, sebelumnya utilisasi dari seluruh fasilitas produksi WMP baru mencapai sebesar 60% dari kapasitas yang ada, dan pada tahun 2021 ini WMP meningkatkan utilisasi sebesar 80%.

"Jadi mulai sekarang volume kita tingkatkan sampai dengan 2022 nanti, utilisasi kita akan mencapai 90% dari total kapasitas fasilitas produksi yang sudah terpasang. Di situlah artinya support kami mengalami peningkatan sehingga akan berdampak juga pada stabilisasi harga di market yang perlahan akan bergerak menjadi seimbang," papar dia dalam Closing Bell CNBC Indonesia, Rabu (13/10/2021).


Data BPS menyebutkan, konsumsi daging nasional tercatat 0,25 kg pada 2017, dan pada 2018 sebesar 0,12 kg per kapita. Sementara itu pada 2019, konsumsi daging sapi turun menjadi 0,05 kg per kapita. Dia memaparkan ketidakstabilan harga daging sapi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara supply dan demand.

"Hampir seluruh komoditi pada 2020 mid itu mengalami lonjakan harga di 69,%. Jadi memang supply di dunia enggak cukup, sehingga mengakibatkan peningkatan harga pada daging sapi," kata dia.

Adapun lanjut Tumiyana, lonjakan harga tersebut terjadi di beberapa negara seperti Brazil, Australia, hingga Amerika Serikat sehingga support ke dunia mengalami penurunan. Dia mengungkapkan, pemerintah melalui Bulog juga sudah melakukan intervensi terkait stabilitas harga, yaitu mengimpor daging dari India.

"Di situlah mengalami ekuilibrium baru sehingga pada Juni tahun 2021 keseimbangan harga mulai terjadi. Pada 2020, harga daging itu di tingkat nasional di angka 100, sekarang di angka 129, yang mana hampir stabil di sektornya," kata dia.

Tumiyana juga memaparkan dukungan untuk meningkatkan konsumsi daging nasional, yaitu dengan melakukan efisiensi dari sisi biaya produksi.

"Pada saat cost production bisa ditekan menjadi lebih efisien dibandingkan dengan regional atau negara - negara sekitar, Pertumbuhan konsumsi daging Nasional juga akan bertumbuh seiring dengan stabilitas dan kompetitifnya harga yang ada di market," lanjutnya.

Disebutkan, strategi lainnya dari WMP yakni melakukan integrasi bagi para peternak sehingga menciptakan produk yang efisien, serta salah satu langkah WMP dalam merangkul serta membina para peternak lokal di Indonesia.

"Widodo Makmur akan melakukan penanaman jagung terintegrasi di dalam satu kawasan sehingga kawasan itu kita bangun menjadi fasilitas integrated farming. Kami menanam jagung, sementara limbah peternakan dari sapi akan kami olah menjadi pupuk sehingga akan terjadi cost efficiency," papar Tumiyana.

Di samping itu, lanjut Tumiyana, WMP akan melakukan investasi sekitar Rp 1,6 triliun pada 2022 dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi.

"Sehingga ke depan Widodo Makmur Perkasa dapat meningkatkan market share serta kehadirannya di tengah Masyarakat Indonesia. WMP di tahun ini, khususnya di sektor poultry pada ujung tahun kira-kira nasional market share kami sebesar 4%, dan akan tumbuh menjadi 7% pada tahun depan. Sementara di sektor livestock pada tahun ini telah mencapai dari angka 12%, akan menuju ke angka 19% pada tahun depan," ungkap Tumiyana.

Langkah berikutnya adalah meningkatkan jaringan distribusi, dengan begitu bisa mendekatkan produk kepada end-user sehingga akan terjadi kompetisi market secara sehat.

"Karena sekarang dunia bisnis, pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, cenderung tidak menuju ke pasar umum atau mendistribusikan produk secara konvensional, tapi bagaimana dapat mendekatkan produk kita langsung ke end-user, semakin dekat kehadiran produk kami ke pelanggan di situlah market share akan mengalami peningkatan," terang dia.

Untuk melancarkan langkah tersebut, dijelaskan, WMP akan membangun distribusi channel secara langsung maupun dengan pola kemitraan di setiap provinsi di Jawa dan Bali, untuk mempercepat proses pengembangan jalur distribusi perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekspansi Ke Timur, Widodo Makmur Incar Dana Ipo Rp 1,8 T


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading