Selain Bank, Jokowi Sebut BUMN RI Ketinggalan Zaman!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 October 2021 14:34
Jokowi Bertemu Bos BUMN (Laily Rachef Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan saat ini seluruh lini bisnis harus mulai beradaptasi pada model bisnis dan teknologinya, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Kabupaten Manggarai Barat, yang disiarkan dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).


Jokowi mengungkapkan saat ini beberapa BUMN telah beradaptasi dengan modal bisnis dan teknologi yang baru. Tapi, kata Jokowi di saat berbagai BUMN tersebut sudah berhasil beradaptasi, BUMN infrastruktur masih jalan di tempat.

"Adaptasi pada model bisnis yang baru dan teknologinya. Ada yang sudah masuk ke sana, cepat adaptasi. Perbankan, bank-banknya sudah masuk ke sana, Telkom, Telkomsel. Yang lain belum. Maaf, yang BUMN infrastruktur, yang transportasi belum," ujar Jokowi.

Oleh karena itu, cara paling cepat untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, yang harus didahulukan adalah beradaptasi. Setelah beradaptasi, cara yang paling cepat untuk mengembangkan model bisnis adalah dengan mengajak kerjasama perusahaan multinasional.

"Perusahaan global yang paling baik, ajak, pasti mau dengan kita. Kita sudah dinilai prospek ke depannya, 10-20 tahun akan datang kita akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia kok. Siapa yang gak mau, mau semua," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta, setiap BUMN infrastruktur diberi penugasan seperti membangun jalan tol, untuk dihitung dengan seksama nilai keekonomiannya. Karena BUMN sebagai perusahaan negara, harus dihitung dampak sosialnya, sehingga negara memiliki perhitungan seperti apa pertumbuhannya ke depan.

"Jangan sampai lagi karena urusan penugasan pemerintah. Saya bisa memberikan penugasan, nih penugasan bangun jalan Tol. Tapi ya dihitung dong. Ada kalkulasinya, dan diberitahu, ini IRR, internal recovery returnnya sekian, kami membutuhkan suntikan dari APBN sekian."

"Jangan pas dapat penugasan rebutan, tidak ada kalkulasi karena penugasan, kemudian mengambil pinjaman jangka pendek. Padahal infrastruktur itu untuk jangka panjang. Udah gak ketemu," tegas Jokowi.

Secara lugas Jokowi meminta kepada para pimpinan BUMN untuk secara arif menghitung segala pembangunan yang ada di bawah tanggung jawabnya. Budaya kuno yang dapat menghancurkan bisnis BUMN, diminta untuk ditinggalkan.

"Itu tugas saudara-saudara untuk menghitung kalau ada penugasan. Kalau tidak logis, dibuat logis dengan kalkulasi. Ini yang kultur-kultur yang dahulu, tinggalkan. Karena sekarang transformasi bisnis, adaptasi teknologi sudah menjadi keharusan, tidak bisa tidak," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading