Jokowi: BUMN Jangan Manja, Sakit Sedikit Minta PMN!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 October 2021 12:30
Jokowi Bertemu Bos BUMN (Laily Rachef Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan beberapa arahan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Salah satu arahannya adalah, untuk tidak memanjakan BUMN yang sakit dengan penyertaan modal negara (PMN).

Jokowi mengatakan, sudah sejak tujuh tahun lalu, dirinya sudah menginstruksikan untuk menggabungkan, mengkonsolidasikan, dan mereorganisasi BUMN yang dinilai saat itu sudah sangat terlalu banyak.

"Ada 108 (BUMN), sekarang sudah turun menjadi 41. Ini sebuah pondasi yang sangat baik dan diklasterkan itu juga baik. Yang paling penting ke depan yang kita bangun adalah nilai-nilai, core value," jelas Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Kabupaten Manggarai Barat, seperti dikutip dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).


Jokowi juga meminta agar para pejabat BUMN bisa memberikan perizinan usaha dengan mudah. Pasalnya, dari laporan yang dia terima, ada yang pernah mengajukan izin pembangkit listrik. Namun harus memenuhi syarat izin usaha sebanyak 259 izin.

Jokowi geram, karena untuk memenuhi 259 izin tersebut dibutuhkan waktu hingga 7 tahun. Oleh karena itu, Jokowi meminta agar BUMN tidak diproteksi dengan ketat, alias harus terbuka dengan kerjasama yang telah ditawarkan pihak swasta, baik dari dalam negeri atau internasional.

"Waktu yang diperlukan mencari izin bisa 3,4,5,6,7 tahun. Ada yang 7 tahun mengadu ke saya. Seperti ini yang harus dipangkas. Gak boleh di PLN jadi bertele-tele seperti itu," tegas Jokowi

Jokowi juga tidak ingin lagi ada BUMN yang 'sakit' sedikit bisnis keuangannya, maka dengan mudahnya diberikan PMN.

"Kalau yang lalu-lalu, BUMN-BUMN terlalu keseringan kita proteksi, sakit tambahi PMN, sakit suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali. dan akhirnya itu yang mengurangi nilai-nilai yang tadi saya sampaikan. Berkompetisi gak berani, bersaing gak berani, mengambil risiko gak berani, bagaimana profesionalisme itu tidak dijalankan. Jadi tidak ada yang namanya proteksi-proteksi," ujar Jokowi

Jokowi memerintahkan kepada Erick agar BUMN bisa secepatnya untuk bisa bersaing di dunia internasional.

"Sudah Pak Menteri [Erick Thohir], lupakan yang namanya proteksi-proteksi itu. Yang mau kita bawa BUMN ini go global, bersaing di internasional. Ya mulai harus menata, adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya. Yang penting ini," kata Jokowi


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading