Sambut RIlis Kinerja Emiten, Dow Futures Melesat 163 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 October 2021 19:14
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (14/10/2021), menyusul rilis kinerja keuangan emiten kelas kakap yang lebih baik dari ekspektasi.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat 163 poin (+0,5%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat sebesar 0,4%.

Kemarin indeks S&P 500 mencetak reli harian terbaik sejak Maret dengan melesat 1,7%, menyusul terlewatinya ekspektasi kinerja keuangan emiten raksasa. Dow Jones melompat 1,55%, sedangkan Nasdaq bertambah 1,7% atau menjadi kinerja terbaik sejak Mei.


Bank of America, Morgan Stanley dan Citigroup mencetak kinerja keuangan yang lebih kuat melampai ekspektasi pasar. Goldman Sachs bakal merilis kinerja keuangannya hari ini dan diprediksi memberikan kejutan positif.

"Kinerja bank menggambarkan kinerja sektor konsumer AS yang kuat dan sehat," tutur Edward Moya, analis senior Oanda, seperti dikutip CNBC International.

Sejauh ini, 83% dari emiten konstituen S&P 500 yang telah merilis kinerjanya mencetak laba bersih per saham di atas ekspektasi, menurut Earnings Scout. Secara rata-rata, laba bersih kuartal III-2021 mereka meningkat 25%.

Penjualan ritel akan dirilis, dan ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan masih akan ada tekanan sebesar 0,2% pada September. University of Michigan akan menyusul dengan merilis sentimen konsumer.

Klaim pengangguran mingguan yang lebih rendah juga membantu memperkuat sentimen pasar, di mana angka klaim pekan lalu sebesar 293.000, atau pertama kali di bawah level 300.000 selama pandemi.

Investor mengabaikan inflasi September AS yang tumbuh 0,4% secara bulanan dan 5,4% secara tahunan, atau lebih tinggi dari perkiraan ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan angka pertumbuhan sebesar 0,3% secara bulanan dan 5,3% secara tahunan.

Inflasi inti tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 4% secara tahunan, atau relatif sama seperti perkiraan yang masing-masing berujung pada angka sebesar 0,3% dan 4%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading